tulisan yang nggak perlu dibaca bagi: kaum fanatik, ekstrim, berpikiran dangkal, merasa benar sendiri, tidak terbuka akan perbedaan orang lain.
Jun 11, 2011
perjuangan tanpa henti, godaan tidak pernah mati
Pencapaian demi pencapaian sudah terlewati, terbukti bahwa fokus dan sedikit tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak penting adalah modal utama menuju tercapainya keinginan.
Banyak sahabat yang sudah menyampaikan bahwa terlalu peduli dan terlalu baik kepada semua hal akan menjadi bumerang. Wasting energy, vektor yg tidak searah, akan membuat energi yang keluar akan sia-sia.
Karena itu beberapa waktu terakhir aku sedikit berubah menjadi orang yang berbeda, agak pelit, sedikit judes, makin bandel, kadang tidak mendengarkan sebagian pihak, namun di area tertentu aku keukeuh, maju terus, cari celah, cari dukungan.
Dan alhamdulillah, apa-apa yang direncanakan mulai sedikit demi sedikit terwujud. Hal ini membuatku selalu belajar tentang sebab akibat kenapa sesuatu terjadi, dan apa yang akan terjadi. Hal penting buat hidup.
Namun Tuhan Maha Adil, Dia tidak akan diam saja, melihat kita bahagia akan pencapaian, Dia akan memberikan tes. Bermacam-macam tes yang diberikan-Nya, semisal komentar negatif, rumor tidak penting, bahkan sampai aksi-aksi yang langsung datang yang kadangkala jika kita lupa, membuat kita emosi dan justru terhanyut ke hal negatif itu.
Jadi, setiap jengkal pencapaian, selalulah kembali ingat pada Tuhan. Ini semua datang dari-Nya. Alhamdulillah.
Feb 26, 2011
Kerjasama Marketing yang saling menguntungkan antara Hypermart dan Harian Kompas
Sudah beberapa kali Harian Kompas memberikan potongan sebagian halamannya sebagai voucher diskon belanja di Hypermart sebesar Rp 50.000,-. Walau dengan syarat belanja minimal Rp 300.000,- potongan itu hampir 20%. Angka yang lumayan untuk pembelanjaan per 300.000 an.
Dan seperti yang direncanakan, pengguna voucher ini membludak, terbukti di berbagai Hypermart pada hari penukaran voucher tersebut selalu terjadi antrian di kasir, dan kebanyakan mereka membawa voucher guntingan Harian Kompas tersebut. Bahkan tidak cuma selembar, ada yang beberapa lembar, artinya dia belanja sejumlah lembaran voucher yang diterima kali rp 300.000,-
Selain itu apa yang terjadi? penjual koran membawa segepok potongan iklan tersebut dan dijual kepada pengunjung hypertmart. Ada yang beli? jelas ada. Tidak semua orang baca kompas, tapi bagi pengunjung hypermart, potongan voucher itu sangat berarti walau harus menebus rp 5.000,- per lembar voucher (dibanding harga harian kompas yang cuma rp 3 ribu sekian) dia tetap mendapat diskon rp 45.000,- yang masih lumayan.
Penjual koran tersebut menyisakan setumpuk harian kompas tanggal tersebut dimana ada potongan voucher yang sudah digunting dan dijual, dand ia mendapat untung selisih harga voucher dan harga kulak koran. Pasti itu adalah sesuatu yang menyenangkan buat si penjual koran. Sampai kadang dia kehabisan dan menelpon agen lain atau sesama penjual koran untuk mengirim koran yang tak terjual ke hypermart tempat dia mangkal.
Harian Kompas? pastinya oplah Harian Kompas pada saat ada voucher meningkat, walau entah korannya dibaca atau menumpuk di suatu tempat, dengan bolong di bagian voucher hypermart. Tidak dibaca. Tapi oplah naik. Yang penting koran dibeli. :). sebuah langkah yang bagus dimana mulai terjadi penurunan minat baca secara kertas, karena pembaca sudah mulai beralih ke koran digital.
Hypermart sendiri? pertama dia bisa pasang iklan di Hatian Kompas, dan dari periode diskon sebelumnya pasti ada word of mouth tentang voucher di koran ini, sehingga iklan hypermart selalu ditunggu ibu-ibu. Kedua, kastemer pengguna voucher pasti belanja minimal rp 300.000,- dimana angka itu pasti angka psikologis yang sudah punya makna tertentu di hitungan analisa cashflow hypermart.
hmmm... sebuah kerjasama yang saling menguatkan dan menguntungkan.
Feb 22, 2011
Facebook: add friend nggak?
Di awal-awal punya akun facebook, aku meng-add semua teman-teman yang aku kenal, entah dia mau berteman ama aku atau nggak ya suka-suka mereka meng-approve atau tidak. Dan alhasil banyak yg approve, dan aku bisa lihat friendlisnya dan aku add juga mereka, dan sebagian besar approve. Mungkin karena profile picture ku menarik dan menantang kali ya ha ha ha. kidding.
Dan waktu berjalan, kegiatan meng-add selalu berlanjut dan ditambah lagi meng-add public figure termasuk artis. Sebagian meng-approve dan akhirnya aku juga di add oleh temen-temen si public figure dan artis tersebut. Dan kemudian aku join ke group-group diskusi di facebook, dan sedikit-sedikit aktif disana, dan akhirnya di-add juga oleh teman-teman baru. Yah begitulah kenapa aku punya 2000an teman di facebook.
Dan aktiflah aku di Facebook dengan sedemikian seringnya update status, upload foto, bikin notes dll, dan pastinya sebagian dari itu semua mengundang kontroversi sebagian temen-temen ku yg membacanya.
Jadilah jumlah teman-teman FB naik turun, kadang nambah kadang ilang beberapa. Karena sebagian mereka yg pernah jadi temanku sebelumnya muncul di: "people you may know".
Loh kok "People you may know?", ofcourse I know those people, but they're leaving. Should I add them again now? wait... why did they leave me? Pasti ada sesuatu dong, entah mereka gak suka aku, gak suka status-statusku atau tulisanku yang kadang kontroversial.
So sekarang bukan waktunya lagi meng-add "people you may know", coz I know already them. hi hi hi. Anf ofcourse they know me already also.
Feb 21, 2011
Jangan Nulis Blog atau Status FB segala!
"gak usah nulis2 blog atau di status FB begini"
Beberapa kali aku bertemu dengan orang seperti itu di dunia internet ini. Jaman berubah, pola orang berpendapat juga berubah. Bagi yang mengikuti perkembangan jaman pasti tidak akan kaget dan mau berbaur dengan teknologi, contohnya ya menggunakan teknologi untuk berpendapat, walau pada akhirnya tidak bisa dihindari benturan-benturan dengan pihak yang resistif.
Di masa sebelum online networking dan social media ada, statement yang disampaikan seseorang hanya seputaran area dimana dia berbicara, atau paling tida di-spread oleh media yang belum tentu mau men-spread semua berita. Hanya berita terpilih saja sehingga informasi mudah di-drive.
Namun tidak saat ini, semua bisa berbicara dan bisa didengar oleh siapa saja atau bahkan didengar oleh semuanya karena banyak repeater atau forwarder yang tidak perlu menunggu perintah atau bayaran untuk me-re-spread, me-repeat dan mem-forward statement-statement, apalagi statement yang mewakili opini banyak orang.
Sehingga kerap benturan itu terjadi karena masih banyak dari kita yang tidak mau mengikuti perkembagan teknologi atau memang mengisolasi diri dari teknologi baru tersebut. Mereka menganggap tabu jika seseorang mengumbar kata-kata di media sosial. Mereka tidak menyadari bahwa teknologi jauh lebih cepat berlari dan mereka tertinggal jauh, semakin jauh.
FIlm Impor sudah tidak ada lagi?
Bagi masyarakat awam, sangat sulit untuk menerima kondisi bahwa film impor tidak akan bisa dinikmati lagi di bioskop-bioskop Indonesia karena pemerintah Indonesia membebani lagi dengan pajak baru.
Apalagi kondisi rakyat yang masih trauma akan kasus-kasus korupsi dan penyalahgunaan yang terjadi di sistem pemerintahan serta perpajakan di Indonesia ini.
Setiap penonton bioskop dengan sadar bahwa tiket yang dibelinya sudah tercakup pajak yang pasti akan masuk ke kantong pemerintah. Namun itu mungkin belum cukup sehingga pemerintah menambah kembali pajak masuk untuk film-film impor tersebut.
Alih-alih untuk meningkatkan kualitas film Nasional, tetap saja tidak ada langkah nyata untuk menghidupkan industri perfilman kita. Apakah dengan membuat film impor membayar lebih pajak ke pemerintah, lalu terjadi peningkatan kualitas film lokal? tentu saja tidak. Kualitas film nasional tidak ada hubungannya dengan pembebanan pajak kepada film impor tersebut. karena film nasional juga mendapatkan nasib yang sama, bayar pajak juga.
Feb 2, 2011
Merambah bisnis tv dan film/video
Bisnis televisi adalah bisnis media, dimana kita menjadi media dari sumber informasi ke pemirsa. Apakah informasi itu? Tentunya segala sesuatu yang diinginkan masyarakat. Dengan menyampaikan sesuatu yang diinginkan, maka televisi akan dilihat. Dan informasi itu worthed.
Namun apa yang terjadi, keinginan masyarakat bisa dibentuk, dibikin ada, masyarakat dibuat ingin tah informasi itu. Jadilah apa yang disebut dengan pembentukan demand. Bisa berupa issue, tren, atau injeksi informasi yang terus menerus dan dipaparkan sesering mungkin ke masyarakat, sehingga menimbulkan:
- word of mouth
- gelombang euphoria, gengsi jika belum tahu
- menunggu-nunggu kelanjutannya
Ide pebentukan demand inilah yang memerlukan sekelompok manusia-manusia kreatif yang sangat mengerti bagaimana alam bawah sadar manusia bisa menyukai sesuatu, ingin tahu sesuatu dan terangsang oleh informasi yang cuma secuil.
Disini market bisa terbentuk asal effort dilakukan sesuai dengan target audience yang tepat dan memberikan efek domino. Misalkan sesuatu yang disukai oleh siswa-siswi sekolah dan kemudian menjadi isu pendidikan dan akhirnya menjadikan hal tersebut diinginkan oleh banyak sekolah. Dan hal ini sudah dilakukan sejak dulu jaman jaya-jayanya TVRI, yaitu cerdas cermat. Waktu itu (dan juga tvri masih sendirian) semua sekolah berlomba untu mengikutkan murid-murid andalannya ke acara tersebut. Mungkin sekarang semacam idol, audisi dll.
Tren bisa dibangun, tapi dibangun oleh orang yang mendalami, bukan hanya karena selalu menonton film tiap weekend langsung bisa menilai apakah sebuah film atau tayangan akan booming atau tidak.
Jan 30, 2011
Nggak Nyangka
Kehidupan pernikahan kawan-kawan seangkatanku sudah menginjak lewat 10 tahun, kebanyakan. Dan selama inim sejak masa kuliah hingga saat ini sangat banyak yang terjadi. Mulai dari perceraian pertama yang terjadi, perselingkuhan, poligami, pernikahan kedua dst.
Perceraian selalu menjadi berita heboh yang sering diperbincangkan. Karena multiversi masalah yang terjadi sehingga membuat hal-hal tersebut dan yang terkait selalu tidak lalai untuk dibicarakan.
Yang sering terlontar adalah komentar: "nggak nyangka ya, nggak kelihatan", "pandai banget menutup-nutupi permasalahannya", "kuat sekali dia memendam sakit hatinya selama ini", "akhirnya nyerah juga dia".
Permasalahan rumah tangga memang bukan untuk konsumsi khalayak ramai, sehingga wajarlah jika sebagian pasangan tidak memperlihatkan ada masalah diantara mereka. Tiba-tiba cerai aja dan yang lain-lain terhenyak takjub.
Jan 27, 2011
menjadi asisten pribadi
Enak ya bisa menjadi asisten pribadi seorang somebody, apalagi somebody itu pejabat, berpengaruh, dan pintar pula. Kita menjadi orang terdekat dia, segala sesuatu yang dialakukan dan akan lakukan kita mengetahuinya. Bahkan pemikiran-pemikiran dia, kita dulu yang menuangkannya dalam powerpoint ataupun bahkan tulisan.
Selain itu kita menjadi seperti bayangan dia, jika dia berprestasi, sukses dalam hal tertentu, disorot media, sedikit banyak sang asisten juga diperhitungkan. Apalagi sekarang, media sangat haus akan berita. Seorang tokoh pasti dibahas habis-habisan luar-dalam-depan-belakang-atas-bawah. Kemungkinan besar asisten tersebut juga tersenggol media untuk alat mengkorek hidden story dari atasannya.
Bahkan mungkin dia akan menyerap ilmu atasannya tersebut dan dalam beberapa kasus dia akan menjadi lebih mumpuni karena sudah ada modal roadmap yang ada, tinggal dikembangan sesuai kreatifitas yag bersangkutan.
Beda ceritanya jika yang terjadi adalah hal buruk yang dialami oleh sang atasan. Pasti repot sekali menjadi asistennya. Repot cuci piring dan menjadi tameng.
sotoy vs google
Ketemu dengan orang yang sering bilang, "iya memang", "o iya memang begitu", "lha kan emang iya?", "loh kan memang begitu". Males banget gak sih? Atau dia gak pernah bertemu dengan soal cerita?
Menceritakan sesuatu di awal pembicaraan pasti bukan sebuah pemberitahuan ataupun proses memberitahu, namun pasti ada kaitannya dengan informasi selanjutnya. Kadangkala audience kita sudah sotoy duluan menyatakan bahwa dia sudah tau itu. duh.
Sebuah cerita atau informasi jika to the point disampaikan beresiko tidak diterima sesuai dengan sebenarnya hanya karena ke-to-the-point-an tadi. Tapi kadang ya sulit kalo bertemu dengan lawan bicara yang seperti mesin google, they think they know everything.
Kalau sudah begitu? skip deh gak usah ngobrol dengan yang bersangkutan.
Jan 26, 2011
Jagalah Kebersihan Mulut dan Hati Anda

Suatu ketika seseorang bercerita dan berkeluh kesah tentang dirinya yang teraniaya oleh seseorang yang lain. Alkisah dirinya merasa ditipu dan diperdayai oleh seseorang yang lain itu dan dirinya sangat menderita lahir dan batin. Setidaknya itulah yang terlihat pada saat dia bercerita.
Namun anehnya seseorang yang lain itu bersikap biasa-biasa saja seperti tiada yang terjadi dan memperlihatkan bahwa seseorang yang lain itu masih berhubungan baik dengan dirinya yang berkeluh kesah tadi. Thats a clue.
Dan pada kali selanjutnya dirinya kembali tetap memposisikan dirinya sebagai orang yang dianiaya kembali oleh seseorang yang lain tadi, dan seperti tidak pernah terjadi bahwa dia pernah merasa teraniaya oleh seseorang yang lain tadi, apakah arti semua itu? hobi dianiaya? suka diperdayai? terlahir untuk menderita?
So please dude... bagus jika anda menjadi pendengar yang baik bagi lingkungan anda, tapi better kita pasang filter, curhatan yang mana yang worthed untuk diproses, dan curhatan yang mana yang patut kita anggap sebagai ring back tone gratisan yang dipaksa untuk reg.
Jan 25, 2011
Menghadapi kewibawaan semu

Pernah nggak suatu ketika kamu menemui seseorang, dan kamu langsung tak bisa berkutik di depannya? segala sesuatu yang akan meluncur dari mulutmu yang sudah kau atur dan tata rapi satu per satu di otakmu tiba-tiba hancur berkeping-keping tanpa satu remahan pun yang terlontar?
Padahal setelah meninggalkan orang tersebut kamu akan memaki-maki dirimu sendiri, kenapa tak bisa, kenapa tak kuasa, kenapa tak berdaya untuk memuntahkan ungkapan dan pidato yang sudah tersusun sedemiian rapinya? Dan kamu sangat tahu bahwa dia, yang kau temui tadi sebenarnya tak ada apa-apanya, dan tidak seperti yang selalu terbuncah dari mulutnya ketika ia berada di depan khalayak?
Sangat wajar jika kita merasakan hal itu saat bertemu dengan seseorang yang memiliki aura kuat dan serasa mencengkeram kita, tapi itu tak akan membuat kita mengumpat diri sendiri. Jika kita bertemu dengan orang seperti itu, berwibawa dengan murni dari dasar hatinya, kita akan belajar banyak dan seperti berkaca bahwa apa yang akan atau sudah kita sampaikan memang tersendat oleh argumentasi logis dari dia.
Tapi bagaimana jika kita bertemu dengan orang yang seharusnya bukan siapa-siapa namun kita bungkam?
Minta pertolongan hanya kepada Alloh SWT. Bismllahirohmaanirrohiim...
Jan 22, 2011
Skandal dan mafia dimana-mana

Dalam hidup ini, sudah lumrah dan sudah jamak untuk setiap entitasnya bertahan hidup. Survival. Karena salah satu ciri-ciri mahluk hidup adalah bertahan hidup dan berkumpul dengan sesamanya.
Begitu juga dengan kehidupan sosial dan politik, serta dunia bekerja, juga ada yang namanya bertahan dan berkumpul dengan sesama. Bertahan apa? Bertahan supaya tetap eksis, lancar di karir, dan... Ehm aman di financial. Berkumpul? Iya berkumpul dengan sesama kelompok yang satu visi dan satu tujuan. Tujuan untuk bisa lancar tadi.
Sama seperti jika kita mau bergabung dengan sebuah perkumpulan atau geng. Geng motor misalnya. Ada sebuah proses inisiasi yang dilakukan. Sebuah proses yang harus dilalui oleh para calon anggota sebagai bukti bahwa dia berniat teguh untuk bergabung dan tidak main-main serta membuktikan bahwa dia bisa 'dimanfaatkan'. Nah untuk bergabung dengan orang2 atau kelompok yg bervisi sesuatu ini ya harus diinisiasi. Diopspek dulu. Jika lolos, ya sudah, selamat anda bisa bertahan hidup lebih lama lagi, minimal selama kelompok itu eksis dan berkuasa.
Bagaimana jika anda memilih untuk tidak bergabung dengan kelompok tersebut? Apalagi kelompok yang legacy? Anda harus siap-siap tidak terlihat, tidak dipandang, bahkan tidak ada yg tau bahwa anda ada. Walaupun anda menciptakan sesuatu yang sangat keren dan tiada duanya, tidak ada yang peduli.
Karena lingkungan kita tercipta dengan mempedulikan hanya kepada sesuatu yang dilontarkan dari kelompok legacy tersebut, karena mereka bersuara nyaring dan tau how to distract audience's opinion.
Mau yang mana?
regards,
Regina Lenggo
Sent from my ONYX®
Jan 12, 2011
Kembali menulis blog

Sudah sekian lama mulut dan tangan ini terasa dibungkam tiada daya untuk berbicara. Bahkan hanya untuk satu kalimat. Energi itu sedemikian kuatnya sehingga membuatku terdiam sekian lama.
Energi itu harus dilawan dan kini aku berusaha kembali menyemai tulisan dan cerita.
Dan kudapati akhirnya, diam bukanlah segalanya.
regards,
Regina Lenggo
Sent from my ONYX®
May 8, 2010
This is About Me

Jika kenal saya sejak lama pasti tidak kaget akan siapa saya, kenapa saya begini. ya pastilah seperti mama saya tidak akan kaget kenapa saya begini. Begitu juga dengan mama kamu, gak akan kaget kenapa kamu menjadi begitu.
Saya pun kemungkinan akan kaget ketemu kamu yang begitu banget. Kok bisa ya ada manusia seperti kamu yang begitu? Kalau saya mengikuti pertanyaan hati saya tadi pasti saya akan pusing sendiri. Entah kamu, apakah kamu akan pusing dengan pertanyaan seperti itu yang ada di kamu. Tapi yang jelas saya pusing jika mengikuti pertanyaan tadi dan akan muncul lagi pertanyaan-pertanyaan berikutnya dan sebenarnya pertanyaan itu nggak penting.
Bagaimana seseorang itu bertumbuh dan menjadi manusia adalah tergantung pada dirinya sendiri, tergantung apa yang dipilih untuk hidup dia.
Begitu juga saya, saya sudah memilih untuk menjadi seperti ini. Selama tidak ada undang-undang yang saya langgar dan tidak mengganggu orang lain sudah sewajarnyalah saya begini. Begini seperti apa? Ya seperti yang kamu bicarakan tentang saya, entah positif entah negatif. Karena positif dan negatif itu tergantung titik nol nya dimana. Tergantung cara pandang pakai kacamata siapa dan dari sudut sebelah mana memandangnya.
Artinya banyak dong penilaian tentang sesuatu hal? Ya jelas. anda menilai saya aneh dengan saya begini, tapi teman saya yang lain menilai saya biasa aja dengan saya begini. Jadi tidak ada yang sejati di dunia ini (kecuali Allah Sang Pencipta kita dan semua)
Semua manusia mempunyai akal dan landasan berfikir masing-masing sehingga akan terjadi sekian banyak penilaian tentang seseorang. Pro dan kontra hanya dua kutub yang tidak pasti. Kadang anda pro kadang anda kontra, tergantung anginnya kan? Anda yakin terhadap pegangan anda, coba perhatikan, tetap ada sisi lain di dalam lubuk hati anda kan?
Nov 28, 2009
Indonesia Banget: antrian daging kurban ricuh
Baru saja terjadi lagi, antrian daging kurban. Beberapa tahun yang lalu jarang terdengar kondisi seperti ini. Apakah memang media pers sudah sedemikian jelinya mencari berita atau memang waktu dulu tidak pernah terjadi hal-hal seperti ini.
Asumsi memang kondisi seperti ini baru terjadi di tahun-tahun terakhir ini. Apakah memang sedemikian miskinnya rakyat Indonesia? Apakah semakin banyak pencari kesempatan dalam kesempitan? Karena sebagian dari pengantri daging kurban tidak berniat memasak dan memakan daging kurban jatahnya tersebut, tetapi menjualnya demi untuk membeli beras dan indomi yang cukup buat dimakan sebulan kedepan?
Jikalau benar rakyat miskin yang berhak mendapat daging kurban sedemikian besar jumlahnya, ada apa dengan negeri kita? Dimana ata diskon sepatu merek mahal pun kudu antri (tapi nggak pake ricuh), tapi antri daging kurban pun juga sedemikian hebohnya.
Kenapa panitia kurban tidak belajar kepada distributor crocs dan charkes n keith yg berhasil mengatur ribuan pengantri untuk membeli sepatu2 mahal itu dengan teratur, nyaman dan tisak menimbulkan korban?
Jikalau benar pencari kesempatan dalam kesempitan, yang antri dengan ayah, ibu, adik, kaka, bahkan anak, dan kemudian antri lagi di tempat lain dan di hari lain (kurban kan bisa sampe 3 hari ya?) Dan kalo keluarga itu dapet jatah sekantung daging masing2 dan sehari dapet daging di 2 tempat, kemudian selama 3 hari dapet daging terus, misal sekeluarga ada 4 orang antre, artinya satu kepala keluarga di lebaran kurban tahun ini akan mendapatkan 24 kantung daging yang bisa dibelikan 2 karung beras, 2 box indomi dan 2 kilo ikan asin yang bisa untuk makan sekeuarga 2 bulan.
regards,
Regina Lenggo
Sent from my BOLDBerry®
powered by Sinyal yg sementara ini paling KUAT
Sep 26, 2009
I love 100% Indonesia or Importnesia?
Kebetulan lagi saya punya beberapa buyer yang suka koleksi dan minta dicarikan tas. Yaaah bisalah disebut sebagai Miss Jinjing wannabe, hahaha. Dari tajur-ciomas-bogor, pik-jakarta, itc seantero jakarta, produk jogja, sidoarjo dan jelas kota saya sendiri Magetan, yang terkenal dengan jalan sawonya.
Tetapi ada yang membuat saya sedih, walau saya juga penyuka barang2 buatan cina, korea dan jepang, bahwa tempat2 yang saya sebutkan tadi justru lebih marak memajang barang2 impor dari cina-korea. Dan lebih parah lagi ya barang2 itu yang paling laku!
Saya berusaha memesan sandal kulit khas magetan yang sekarang sudah agak berwarna warni, pink dan cream, sebelumnya coklat melulu. Dan sangat sulit mendapat kejelasan kapan sandal itu diproduksi :(. Malah ditawari sandal its, jelas2 selama di jakarta saya jarang beli sendal itu :(. Begitupun tajur dan jogja, barang2 cina-korea kw 1, 2, 3 beraburan seiring banyaknya yang beli.
Kenapa produk lokal gak laku?
1. Tidak mau ikut/update tren model internasional. Jangan dipungkiri deh, untuk taste, jangan maksain selera lokal. Manusia punya rasa sendiri yang tidak bisa begitu saja di drive, kalo mau niat membangun industri craft yang menghasilkan duit, ya ikuti gelombang tren dong.
2. Terlalu tergantung pada kualitas bahan baku, sedangkan produsen bahan baku dengan sombongnya berkata: sejak dulu proses pembuatan bahan kulit yua begini ini, jangan terlalu sering, nanti tipis dan gampang sobek. Atau, namanya kulit ya begini ini mas, gak bisa selembut sutra, kalo mau gampang dibentuk ya bikin tas bahan kain aja. Blah blah blah. Mereka gk pernah masuk ke butik Tod's atau coach emang!
3. Wah nggak tau ya kapan mau bikin lagi, tukangnya lagi pulang kampung! Wah ya ini masalah standar, tidak punya perencanaan produksi, kapan bikin berapa. Doh!
Dan sebenarnya masih banyak lagi jawaban2 standar kalo kita menginginkan membeli produk dalam negeri tapi dengan kualitas yang kita maui. Malah mereka memaksa kita dengan kondisi produk mereka dengan jawaban: ini bagus loh mbak, cocok buat mbak, masak nyari yang gak ada?. Halah.
regards,
Regina Lenggo
Sent from my BOLDBerry®
powered by Sinyal yg sementara ini paling KUAT
Sep 24, 2009
Joko anwar nekad naked - the vision
Dan ternyata iya, apa yang disampaikan seniman itu dengan melakukan tindakan yang dianggap sebagian orang adalah tindakan bodoh, sebagian lagi menghormati dan salut atas penepatan janjinya, dan sebagoan lagi merasa itu gak penting, adalah salah satunya untuk memberikan bunyi dan wacana tentang janji.
Di negara kita, janji dah selayaknya kembang omongan, tanpa ada janji gak bakal ada orang mau denger omongan orang, pejabat juga gak akan didenger tanpa pasang janji.
Cuma ya manusia2 indonesia banyak yg sangat pemaaf, jika janji tidak tertepati, mereka akan maklum. Hanya sebagian kecil yg melakukan demo n misuh2 - gak ngefek.
So dengan kondisi begini, silakan aja terima dan malan janji2 yang akan tertaburkan di masa sekarang dan mendatang.
Sigh...
regards,
Regina Lenggo
Sent from my BOLDBerry®
powered by Sinyal yg sementara ini paling KUAT
Jul 9, 2009
demokrasi Republik Indonesia 2009
Akhirnya presiden pilihan rakyat muncul sudah. Sebagian besar dari kita sudah mengikuti pesta demokrasi walau dengan segala kekurangannya. Rakyat Indonesia telah membuktikan bahwa kita bisa menyelenggarakan pilpres dengan baik dan tertib. Semoga rakyat Indonesia semakin belajar dan pintar dalam mengikuti event nasional seperti ini. Semoga kita semua semakin yakin dan sadar akan isu-isu yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dan kita semua menginginkan pilpres/pemilu/pesta demokrasi yang aman dan nyaman bagi semua pihak.
Tertingginya pemilih SBY boediono memang menunjukkan bahwa masyarakat makin tahu siapa yang mereka inginkan untuk menjadi presiden dan tidak mudah berpindah haluan. Sebagian masyarakat menginginkan kondisi saat ini untuk menjadi semakin baik di tangan orang yang sama 5 tahun sebelumnya. Masyarakat tidak mau gambling dengan janji-janji dan kontrak yang disampaikan oleh para calon. Hal ini menjadi pelajaran bagi capres-cawapres selanjutnya agar mereka lebih dini menyiapkan diri dan melakukan tindakan nyata kepada masyarakat agar masyarakat lebih dini mengenali mereka. Tapi pertanyaannya adalah, siapakah kandidat presiden 2014? sampai saat ini saya pun belum punya pilihan. Kerja keras buat partai-partai dalam hal ini diharapkan.
Demokrasi adalah proses memutuskan sesuatu berdasarkan suara terbanyak, suara rakyat banyak, bukan atas kualitas yang referensi tiap2 personal berbeda-beda. itulah demokrasi, pasti ada pihak yang tidak memperoleh hal yang diinginkannya. Setelah demokrasi diperlukan sportivitas dan maintaining quality untuk the next round.
Jun 2, 2009
Underok yang saru dan tabu
Ingat apa itu anderok? Atau underok? Atau androk? Itu loh rok dalam, dipakai sebelum memakai rok luar. Masih belom ngerti juga? Rok yang fungsinya sebagai lapisan dakam rok luar, sehingga dengan memakai androk: 1. Celana dalam terhindar dari terlihat bentuknya dari luar; 2. Jika terkena sinar, paha tidak akan membayang keluar. Sampai disini saya anggap anda mengerti.
Semasa smp dulu, kami remaja putri digiatkan untuk memakai androk, apalagi bagi para remaja putri yang roknya tidak ada lapisan dalamnya (bahasa tk jahitnya adalah furing). Dan yang paling aku ingat adalah, sebuah hal yang saru menuju tabu jika androk yang dipakai terlihat dari luar (balapan, kalo kata orang jawa; disebut balapan karena androk lebih panjang dari rok luar). Itu tidak boleh dan menimbulkan persepsi negatif, atau mungkin kalo jaman sekarang bisa memicu hasrat lawan jenis.
Sedemikian ketat aturan pakaian remaja putri semasa saya smp hingga sma. Sedemikian banyak hal2 yang dianggap saru dan tabu, dan kami mengikutinya! Sedemikian besar perhatian lingkungan, norma, adat istiadat waktu itu untuk melindungi dan mengajari tata krama para remaja putri.
Sungguh beda jika dibanding dengan masa sekarang, dimana hal2 yang dulu saru dan tabu, tapi sekarang menjadi tren dan keren. Kita orang tua hasil didikan jaman androk tadi, apakah tega membiarkan anak2 kita membaur ke semua tren yang ada?
This note is dedicated to my fun-fearless-friends lis dan vinio, pissss!
regards,
Regina Lenggo
Sent from my BOLDBerry®
powered by Sinyal yg sementara ini paling KUAT
May 26, 2009
aku dah bosan dengan barang2 murah
Aku dah bosan dengan barang2 murah, kebanyakan dari mereka nggak enak dipakai dan mudah rusak. atas nama pengiritan dan tidak bergaya hidup mewah aku rela beli barang2 yang murah dan tidak bermerek internasional. tapi, setelah sekian umur hidup si barang itu, aku harus mencari barang penggantinya. jadi tetep aja keluar duit lagi, dimana "tidak bergaya hidup mewah"-nya?
Menjadi tokoh masyarakat atau bahasa kerennya public figure, walaupun publicnya bagi sekitarku saja (boleh dong) membuatku banyak menerima kritikan dan inputan. Salah satunya adalah aku sangat konsumtif dan percaya banget dengan merek. Dibilangnya juga aku ini ratu belanja dan miss discount. Dibilangnya juga aku tidak mencintai produk lokal, dan suka menjelek2kan produk yang sudah jelas jelek itu.
Sehingga suatu ketika aku memutuskan untuk memulai beli barang2 murah dan bermerek lokal. Salah satunya yg pertama, aku beli cardigan di tanabang. daripada beli di rumah mode walopun barang sisa exspor, tapi bagi sebagian orang, itu mahal. Ya sudah aku mencoba beli di tanah abang. Murah sekali, hanya dengan rp25ribu aku bisa beli sweater kardigan dengan warna2 cerah. dan aku pakai dong, beberapa jam setelah aku pakai, kancingnya lepas. bagooos! Ini tidak terjadi di sweaterku yg aku beli rp129rb di rumah mode. Apalagi aku beli sweater di mango ya?
Di suatu hari yang lain aku beli sepatu rotelli tapi yang kelas low end. nggak sampai rp200rb aku bawa sepasang sepatu rotelli-low end itu ke rumah. Dan keesokannya aku pakai dong ke kantor, dan jempolku sakiiit banget setelah 3 jam make sepatu itu. Gak mungkin dong aku nyoba dulu sepatu di toko selama 3 jam terus kalo gak cocok dibalikin? Dan ini tidak terjadi dengan sepatu ku yang harganya rp700rb di everbest. Demi tidak bergaya hidup mewah aku harus menahan sakit dan melepas sepatu setelah 3 jam memakainya? omigod!
Di kali yang lain aku beli mainan anak di tanah abang (lagi), mainan kulintang dengan harga rp25rb. belum seminggu dimainin si daphe, alat pemukul kulintang itu patah, dan ini tidak terjadi di mainan daphne yg bermerek fisher price yang tiap hari dibanting ama dia, sudah sejak dia belum setahun hingga skg sudah mo 19 bulan, masih manteng aja bagus tidak cuil sedikitpun.
Dan masih banyak lagi, dan sekarang aku putuskan untuk mementingkan kualitas dan kenyamanan disaat membeli barang, selama cashflow mengijinkan, kenapa tidak?
Jadi please deh jangan demi slogan mencintai produk sendiri, demi slogan supaya uang masuk kembali ke kita, kita dipaksa mengkonsumsi sesuatu yang menyiksa kita.








