bagi yg gak suka adam sandler, piss!
benang merah yang dapat diperoleh dari film ini adalah: pikiran anak-anak itu suci dan murni, jauh dari kelicikan dan kebejatan.
Skeeter bronson (yg maen si adam sandler) seorang single yang gak punya anak dan jelas2 nggak pernah membacakan bedtime stories suatu ketika dititipi anak2nya kakanya. Kakaknya (yang maenin si courtney cox) sebelomnya jadi kepala sekolah dan harus kehilangan pekerjaannya karena sekolah nya itu akan digusur dan dijadikan hotel nantinya, akan mencari pekerjaan di luar kota selama seminggu. So anak2nya bobbi dan patrick dititipinlah ke si Uncle Skeeter ini.
singkat cerita, skeeter harus membacakan bedtime stories untuk si bobbi dan patrick ini, tapi karena anak2 itu adalah anak2 cerdas, secara anak2 bule, dimana anak2 bule rata2 diberikan kebebasan berpendapat, kebebasan berimajinasi, kebebasan bercerita dan kemampuan untuk menyampaikan pendapat (jelas beda banget dengan anak2 indonesia pada umumnya apalagi anak2 jaman kita anak2 dulu), bedtime strories yg diceritakan si uncle skeeter ini ditambah2in dan dikembangkan oleh anak-anak itu, menjadi cerita yang menarik (bagi anak-anak lah tentunya)
ternyata keajaibanpun terjadi, keesokan harinya apa yang diceritakan si uncle skeeter semalam, kejadian di keesokan harinya.
manusia memang dianugerahi sifat tamak, rakus dan tidak puas dengan kondisi sesaat. Skeeter akhirnya menyadari bahwa apa yang diceritakan kepada anak2 sebelum tidur hari ini, akan mempengaruhi kehidupan dia keesokan harinya. untuk itu, bedtime story dia malam ini untuk anak2 disusun sedemikian rupa sehingga diharapkan kejadian yang menguntungkan dia terjadi keesokan harinya.
ternyata apa mau dikata, skenario cerita yang si skeeter ungkapkan tidak disetujui anak-anak itu, anak-anak itu punya imajinasi sendiri, dan skeeter tak mampu untuk mencegahnya. Skeeter bertanya: bobbi, kenapa ceritamu tidak happy ending? katamu kamu suka cerita happy ending?
bobbi: "uncle skeeter sendiri yang bilang kemaren bahwa tidak ada happy ending di dunia nyata... makanya cerita kali ini gak perlu ada happy ending juga gak apa-apa kan?
bobbi dan patrick sedemikian polosnya membuat cerita, dan skeeter tak mampu untuk mencegahnya. akhirnya skeeter pun menyadari dan siap akan apa yang akan mungkin terjadi keesokan harinya.
tulisan yang nggak perlu dibaca bagi: kaum fanatik, ekstrim, berpikiran dangkal, merasa benar sendiri, tidak terbuka akan perbedaan orang lain.
Jan 2, 2009
Jan 1, 2009
Tahun baru, perlukah resolusi?
sepertinya saat2 tahun baru seperti ini, lagi ngetrend untuk bikin resolusi. mo ikutan bikin resolusi?
aku sudah lama nggak bikin resolusi ataupun janji-janji yang akan kita lakukan di tahun berikutnya. hari kemarin, hari ini dan esok, itu yang penting, kenapa harus menunggu 31 desember untuk bikin resolusi? tiap mau tidur kita harus mereview apa yang kita lakukan hari tadi dan apa yg seharusnya kita lakukan hari esok.
emang betul, skala tahunan juga penting, tapi sebesar apa sih resource hidup anda untuk mematuhi resolusi itu? sebagian dari kita mungkin sudah biasa untuk beresolusi di tiap tahun baru. bagus, artinya anda adalah orang yang konsisten, jarang2 ada orang seperti anda.
tapi itu menjadi basi jika tren ini hanya untuk euphoria tiap tahun baru. resolusi hanya menjadi resolusi belaka dan nggak dipatuhi apalagi dijalankan.
so, be your self lah...
aku sudah lama nggak bikin resolusi ataupun janji-janji yang akan kita lakukan di tahun berikutnya. hari kemarin, hari ini dan esok, itu yang penting, kenapa harus menunggu 31 desember untuk bikin resolusi? tiap mau tidur kita harus mereview apa yang kita lakukan hari tadi dan apa yg seharusnya kita lakukan hari esok.
emang betul, skala tahunan juga penting, tapi sebesar apa sih resource hidup anda untuk mematuhi resolusi itu? sebagian dari kita mungkin sudah biasa untuk beresolusi di tiap tahun baru. bagus, artinya anda adalah orang yang konsisten, jarang2 ada orang seperti anda.
tapi itu menjadi basi jika tren ini hanya untuk euphoria tiap tahun baru. resolusi hanya menjadi resolusi belaka dan nggak dipatuhi apalagi dijalankan.
so, be your self lah...
Dec 29, 2008
skenario pembodohan bangsa? (updated)
Suatu hari aku ikut sekretaris belanja ke pasar tebet. Belanja kue kering murah untuk stok kantor. Di pasar tebet itu kami belanja dan melihat-lihat barang-barang yang dijual di pasar itu, secara kita kan perempuan jadi ya wajar dong lihat-lihat dan tanya-tanya harga.
Sampai pada akhirnya kita sampai di toko langganan dan mulai memilih dan menimbang kue-kue kering yang diinginkan. Dan aku sebagai pendamping penggembira dalam berbelanja. Dan nanya2lah aku harga barang-barang di situ.
Penjual: mbak, ini ada biskuit malaysia, enak lho, banyak yg beli.
Aku: oya? Lebih enak ya dibanding biskuit lokal?
Penjual: kata yg sering beli sih iya, banyak deh yang beli.
Aku: ini milo 3in1 brapaan?
Penjual: kalo yg lokal 38ribu, kalo yang malaysia punya 42ribu.
Aku: emang beda gitu rasanya yang milo malaysia?
Penjual: iya mbak, lebih banyak susunya. Lebih berasa gitu.
Aku: ooo... (Berfikir)
Milo aja untuk indonesia ada takaran khusus, susunya gk sebanyak nilo malaysia. Entah kenapa yang ada di pikiranku adalah produk2 impor di indonesia kebanyakan mengalami downgrade kualitas. Kenapa? Ada apakah ini? Apa orang2 indonesia sengaja diberikan produk dengan kualitas demikian? Apa emang disengaja seperti itu kualitas produk yang dipasarkan di indonesia?
tidak cuma milo, kita tau kan banyak sepatu merek internasional yang dibuat di indonesia? mereka punya policy bahwa sepatu yang mereka kirim ke negara2 tertentu tidak akan di jual di indonesia. sepatu merek yg sama yg dipasarkan di indonesia beda pabriknya, atau beda apanya lah sehingga intinya beda aja deh.
itulah kenapa produk sisa ekspor kadang yang reject karena cacat produksi, bukan cacat kualitas bahan banyak dan laris di konsumsi di indonesia (lihat factory outlet sisa ekspor), lebih awet dan serius mbikinnya.
Sampai pada akhirnya kita sampai di toko langganan dan mulai memilih dan menimbang kue-kue kering yang diinginkan. Dan aku sebagai pendamping penggembira dalam berbelanja. Dan nanya2lah aku harga barang-barang di situ.
Penjual: mbak, ini ada biskuit malaysia, enak lho, banyak yg beli.
Aku: oya? Lebih enak ya dibanding biskuit lokal?
Penjual: kata yg sering beli sih iya, banyak deh yang beli.
Aku: ini milo 3in1 brapaan?
Penjual: kalo yg lokal 38ribu, kalo yang malaysia punya 42ribu.
Aku: emang beda gitu rasanya yang milo malaysia?
Penjual: iya mbak, lebih banyak susunya. Lebih berasa gitu.
Aku: ooo... (Berfikir)
Milo aja untuk indonesia ada takaran khusus, susunya gk sebanyak nilo malaysia. Entah kenapa yang ada di pikiranku adalah produk2 impor di indonesia kebanyakan mengalami downgrade kualitas. Kenapa? Ada apakah ini? Apa orang2 indonesia sengaja diberikan produk dengan kualitas demikian? Apa emang disengaja seperti itu kualitas produk yang dipasarkan di indonesia?
tidak cuma milo, kita tau kan banyak sepatu merek internasional yang dibuat di indonesia? mereka punya policy bahwa sepatu yang mereka kirim ke negara2 tertentu tidak akan di jual di indonesia. sepatu merek yg sama yg dipasarkan di indonesia beda pabriknya, atau beda apanya lah sehingga intinya beda aja deh.
itulah kenapa produk sisa ekspor kadang yang reject karena cacat produksi, bukan cacat kualitas bahan banyak dan laris di konsumsi di indonesia (lihat factory outlet sisa ekspor), lebih awet dan serius mbikinnya.
Dec 27, 2008
krisis gombal
akhirnya kena juga imbas krisis yang bikin bete kayak gombal. gombal berarti kain butut yang dimanfaatkan jadi lap. biasanya sebelum jadi lap, itu masih berupa baju atau perkakas lain.
dulu, sepatu harga 250 ribu sudah dipandang MAHALL bagi aku dan kalangan selevel aku. taun berapa ya itu? hmm mungkin awal2 aku di jakarta 2003. bertambah lagi masuknya merek2 sepatu luar, dimulai dengan vincci, charles n keith, nine west, everbest, rotelli. waktu itu dan tahun berikutnya, rata2 harga perpasang 200 rb an ke atas hingga 500 rb an. untuk sepatu mango n zara rata2 seharga 1 juta sepasang.
saat ini, bulan2 terakhir ini, charles n keith rata2 sudah 400rb an per pasang, begitu juga vnc. everbest dan nine west sudah mencapai harga 1 juta per pasang, hmmm dampak rate USD terhadap rupiah cukup kuat. dan membuat aku mengerem nafsu belanja, please deh hari gini belanja, krisis bo, mending nabung buat investasi.
akhirnya pergilah ke ITC, dengan harapan dapat baju keren dengan harga yang sesuai bajet. and u know what? baju yang... yaa biasa banget... nggak ada lapisannya, cuma panjang dan cocok untuk ke kantor, hmmm... sudah 400rb an harganya. padahal ITC gitu loh, bbrp bulan sebelumnya harga masih normal, 250rb itu dah dapet baju impor hongkong/taiwan dengan kualitas bagus. sekarang? OMIGOD. memang dituntut harus menabung.
make barang lokal? silakan saja, tetep aja harga naek, secara walo barang lokal, tapi lem, bahan sepatu/baju, sebagian masih impor. mana kualitas pas2an, murah tapi setaon kedepan minta ganti. so... mari kita hidup berhemat secara otomatis...
dulu, sepatu harga 250 ribu sudah dipandang MAHALL bagi aku dan kalangan selevel aku. taun berapa ya itu? hmm mungkin awal2 aku di jakarta 2003. bertambah lagi masuknya merek2 sepatu luar, dimulai dengan vincci, charles n keith, nine west, everbest, rotelli. waktu itu dan tahun berikutnya, rata2 harga perpasang 200 rb an ke atas hingga 500 rb an. untuk sepatu mango n zara rata2 seharga 1 juta sepasang.
saat ini, bulan2 terakhir ini, charles n keith rata2 sudah 400rb an per pasang, begitu juga vnc. everbest dan nine west sudah mencapai harga 1 juta per pasang, hmmm dampak rate USD terhadap rupiah cukup kuat. dan membuat aku mengerem nafsu belanja, please deh hari gini belanja, krisis bo, mending nabung buat investasi.
akhirnya pergilah ke ITC, dengan harapan dapat baju keren dengan harga yang sesuai bajet. and u know what? baju yang... yaa biasa banget... nggak ada lapisannya, cuma panjang dan cocok untuk ke kantor, hmmm... sudah 400rb an harganya. padahal ITC gitu loh, bbrp bulan sebelumnya harga masih normal, 250rb itu dah dapet baju impor hongkong/taiwan dengan kualitas bagus. sekarang? OMIGOD. memang dituntut harus menabung.
make barang lokal? silakan saja, tetep aja harga naek, secara walo barang lokal, tapi lem, bahan sepatu/baju, sebagian masih impor. mana kualitas pas2an, murah tapi setaon kedepan minta ganti. so... mari kita hidup berhemat secara otomatis...
Dec 21, 2008
It's Good to be Happy
kita dapat kepada orang lain. kalo kita bahagia, kenapa kita tidak membahagiakan orang lain pula? namanya juga ibadah. selain kita emang menikmati kebahagiaan kita, kita juga senang membuat orang lain bahagia. sesuatu yang bajik.
namun apakah dikala kita tahu bahwa kebahagiaan itu sebenarnya semu? saat dimana kebahagiaan itu hanya sebagai judul, hanya spanduk, hanya label.
dalam kehidupan sosial, apalagi akhir-akhir ini, orang hanya melihat label, melihat luarnya saja, melihat judulnya saja. sejatinya bagaimana, orang nggak begitu peduli. asal melihat label kita: happy, orang lain memandang kita emang benar-benar happy. begitu pula dengan sebaliknya, label kita marah, atau kita mengekspresikan diri dengan marah, orang langsung saja menilai bahwa kita sedang marah.
kadang kita harus belajar bahwa apa yang tersurat tidaklah selalu menjadi yang tersirat.
kecuali memang kita memberi label diri itu hanya untuk supaya terlihat demikian.
is it good to be like a glass? say what u wanna say. sometimes people find something else in u when u say something, especially when it's not true. jadi makin keliatan.
tapi tetap kembali ke statistik, pada umumnya orang hanya melihat label, tapi percayalah, sebagian dari mereka sebenarnya tahu apa yang sedang terjadi...
namun apakah dikala kita tahu bahwa kebahagiaan itu sebenarnya semu? saat dimana kebahagiaan itu hanya sebagai judul, hanya spanduk, hanya label.
dalam kehidupan sosial, apalagi akhir-akhir ini, orang hanya melihat label, melihat luarnya saja, melihat judulnya saja. sejatinya bagaimana, orang nggak begitu peduli. asal melihat label kita: happy, orang lain memandang kita emang benar-benar happy. begitu pula dengan sebaliknya, label kita marah, atau kita mengekspresikan diri dengan marah, orang langsung saja menilai bahwa kita sedang marah.
kadang kita harus belajar bahwa apa yang tersurat tidaklah selalu menjadi yang tersirat.
kecuali memang kita memberi label diri itu hanya untuk supaya terlihat demikian.
is it good to be like a glass? say what u wanna say. sometimes people find something else in u when u say something, especially when it's not true. jadi makin keliatan.
tapi tetap kembali ke statistik, pada umumnya orang hanya melihat label, tapi percayalah, sebagian dari mereka sebenarnya tahu apa yang sedang terjadi...
Dec 20, 2008
Salah sendiri kamu bodoh!
Cerita ini sebenarnya nggak pantes diceritakan. Tapi aku dah nggak tahan untuk menceritakannya, semoga cerita ini menjadi: 1. cerita pengantar tidur; 2. bahan untuk ngegosip senin pagi nanti; 3. introspeksi diri; 4. introspeksi temen; 5. ngebantuin gw nampol-online yang bersangkutan, pilih salah satu yang mendekati kebutuhan anda.
Cerita ini sudah lama aku rasakan, tapi selama ini aku merasa nggak worthed membahasnya apalagi memikirkannya. Tapi pada akhirnya kepikir bagaimana caranya supaya menghindari mahluk yang menyebalkan itu.
Begini ceritanya...
Di dalam dunia kerja, pasti dong banyak diantara kita yang bekerja di perusahaan, baik perusahaan orang/negara/sendiri, pilih salah satu. tiap-tiap perusahaan beda-beda dong requirement nya terhadap karyawan yang direkrutnya, ada yg membutuhkan S1 minimal, ada yang membutuhkan sma minimal, pokoknya beda beda deh. ada yang ngasih gaji secukupnya sebulan, ada yang ngasih gaji gede banget, supaya tuh karyawan nggak pada korupsi, ada yang ngasih gaji biasa tapi setaon ada 36 kali gaji supaya pegawe-pegawenya nggak pada jadi vokalis atau bawel kalo ada kebijakan baru. Pokoknya beda-beda deh.
Dalam dunia pertemanan (bersosial) pasti kamu kadang tau berapa gaji temanmu, dan secara otomatis (manusiawi lah) membandingkannya dengan gajimu sendiri. nggak cuma gaji, tapi juga load kerjaan. Ada yang gajinya guede, tapi kerjaannya cuma nyuruh2 doang kayaknya (yaiyalah mana ada GM yg ngobeng? namanya juga general manager, me-manage yg general2 aja), ada yang kerjaannya bejibunnnn-berattt-bikin keringetan tapi gajinya segede UMR tambah gopek (yaiyalah mana ada OB yg kerjaannya nyuruh-nyuruh, dia pasti disuruh-suruh:p)
Tapi suatu ketika ternyata si OB ini punya sahabat yang sudah jadi GM di perusahaan tertentu yg beda dari tempat OB ini bekerja. Ngomong punya ngomong tuh OB sering ngobrol dgn GM dan tau apa pekerjaan GM itu (yg cuma nyuruh2 doang kalo dari cara berpikir seorang OB) dan tau lah berapa gajinya. Dibandingkanlah ama gaji dirinya OB itu sendiri. Sampe kadangkala OB itu emosi... KENAPA NASIB GUE BEGINI YA? kerjaan bejibun, tapi gaji segitu-gitu aja dah 8 taon kerja gak naek2... enaknya tuh temen gw yg GM, petantang petenteng tiap hari cuma nunjuk2 aja kerjaannya, gak pernah ngepel, gak pernah ngosek wc (yaiyalah booooo, dasar OB bego!) tapi gajinya guedeee, kagak abis2 deh buat ngebaso tiap hari dalam setaun.
Suatu ketika si GM dapet deviden. Sang OB nggak ngerti apa itu deviden, taunya ujug2 si GM punya duit aja trus beli helikopter. Gumam si OB, duh enak ya si GM, krisis global begini bisa aja beli helikopter... nasib nasib... kerjaan gak berenti-berenti, gaji gak naek-naek... sialan.
Si OB sepanjang hari sepanjang minggu sepanjang bulan bersungut-sungut terus memikirkan besar gaji temennya yg GM itu dan bonus serta deviden nya, dan pula kerjaan yang cuma nyuruh2 dan petantang petenteng. Hatinya panas membara, dan kecewa, kenapa gajinya nggak naek-naek.
Si GM sih asik2 aja nikmatin rizki yang diterimanya atas kinerjanya yang telah berhasil me-manage unitnya sehingga target tahun lalu tercapai 126% yang berimplikasi pada bonus akhir tahun. Si GM tidak lupa dengan sekitar, apalagi dengan sahabat2nya termasuk si OB. Ditraktirnya si temannya yang kebetulan cuma lulus SD, karena nggak mau sekolah SMP saking lemotnya otaknya, dan cuma bisa kerja sebagai OB itu juga karena si GM nelpon koleganya yang kebetulan nyari OB buat kantor barunya 8 taun yang lalu.
Sekarang, salah siapa kamu jadi OB? kenapa kamu nggak sekolah? kenapa kamu jadi orang bodoh? kenapa kamu menyesali hidup kamu yang sengsara karena pilihan hidup kamu sendiri? coba kamu rada pinter dan nerusin sekolah, dan masuk ke perusahaan terkemuka, dan kemudian dapet gaji yang jauh lebih besar dari UMR+gopek mu itu, dan kemudian ada jenjang karir dimana dalam 8 tahun kamu bisa jadi GM?
Salah sendiri bodoh...
Cerita ini sudah lama aku rasakan, tapi selama ini aku merasa nggak worthed membahasnya apalagi memikirkannya. Tapi pada akhirnya kepikir bagaimana caranya supaya menghindari mahluk yang menyebalkan itu.
Begini ceritanya...
Di dalam dunia kerja, pasti dong banyak diantara kita yang bekerja di perusahaan, baik perusahaan orang/negara/sendiri, pilih salah satu. tiap-tiap perusahaan beda-beda dong requirement nya terhadap karyawan yang direkrutnya, ada yg membutuhkan S1 minimal, ada yang membutuhkan sma minimal, pokoknya beda beda deh. ada yang ngasih gaji secukupnya sebulan, ada yang ngasih gaji gede banget, supaya tuh karyawan nggak pada korupsi, ada yang ngasih gaji biasa tapi setaon ada 36 kali gaji supaya pegawe-pegawenya nggak pada jadi vokalis atau bawel kalo ada kebijakan baru. Pokoknya beda-beda deh.
Dalam dunia pertemanan (bersosial) pasti kamu kadang tau berapa gaji temanmu, dan secara otomatis (manusiawi lah) membandingkannya dengan gajimu sendiri. nggak cuma gaji, tapi juga load kerjaan. Ada yang gajinya guede, tapi kerjaannya cuma nyuruh2 doang kayaknya (yaiyalah mana ada GM yg ngobeng? namanya juga general manager, me-manage yg general2 aja), ada yang kerjaannya bejibunnnn-berattt-bikin keringetan tapi gajinya segede UMR tambah gopek (yaiyalah mana ada OB yg kerjaannya nyuruh-nyuruh, dia pasti disuruh-suruh:p)
Tapi suatu ketika ternyata si OB ini punya sahabat yang sudah jadi GM di perusahaan tertentu yg beda dari tempat OB ini bekerja. Ngomong punya ngomong tuh OB sering ngobrol dgn GM dan tau apa pekerjaan GM itu (yg cuma nyuruh2 doang kalo dari cara berpikir seorang OB) dan tau lah berapa gajinya. Dibandingkanlah ama gaji dirinya OB itu sendiri. Sampe kadangkala OB itu emosi... KENAPA NASIB GUE BEGINI YA? kerjaan bejibun, tapi gaji segitu-gitu aja dah 8 taon kerja gak naek2... enaknya tuh temen gw yg GM, petantang petenteng tiap hari cuma nunjuk2 aja kerjaannya, gak pernah ngepel, gak pernah ngosek wc (yaiyalah booooo, dasar OB bego!) tapi gajinya guedeee, kagak abis2 deh buat ngebaso tiap hari dalam setaun.
Suatu ketika si GM dapet deviden. Sang OB nggak ngerti apa itu deviden, taunya ujug2 si GM punya duit aja trus beli helikopter. Gumam si OB, duh enak ya si GM, krisis global begini bisa aja beli helikopter... nasib nasib... kerjaan gak berenti-berenti, gaji gak naek-naek... sialan.
Si OB sepanjang hari sepanjang minggu sepanjang bulan bersungut-sungut terus memikirkan besar gaji temennya yg GM itu dan bonus serta deviden nya, dan pula kerjaan yang cuma nyuruh2 dan petantang petenteng. Hatinya panas membara, dan kecewa, kenapa gajinya nggak naek-naek.
Si GM sih asik2 aja nikmatin rizki yang diterimanya atas kinerjanya yang telah berhasil me-manage unitnya sehingga target tahun lalu tercapai 126% yang berimplikasi pada bonus akhir tahun. Si GM tidak lupa dengan sekitar, apalagi dengan sahabat2nya termasuk si OB. Ditraktirnya si temannya yang kebetulan cuma lulus SD, karena nggak mau sekolah SMP saking lemotnya otaknya, dan cuma bisa kerja sebagai OB itu juga karena si GM nelpon koleganya yang kebetulan nyari OB buat kantor barunya 8 taun yang lalu.
Sekarang, salah siapa kamu jadi OB? kenapa kamu nggak sekolah? kenapa kamu jadi orang bodoh? kenapa kamu menyesali hidup kamu yang sengsara karena pilihan hidup kamu sendiri? coba kamu rada pinter dan nerusin sekolah, dan masuk ke perusahaan terkemuka, dan kemudian dapet gaji yang jauh lebih besar dari UMR+gopek mu itu, dan kemudian ada jenjang karir dimana dalam 8 tahun kamu bisa jadi GM?
Salah sendiri bodoh...
Dec 2, 2008
kejawen
suatu hari di sebuah milis yang sangat open, artinya bukan harus membahas sesuatu yang khusus, ada seorang teman yang membahas tentang kaitan hari lahir seseorang dengan kelebihan dan kekurangan seseorang itu dan kaitannya dengan kehidupan dan karir seseorang itu. padahal waktu itu antara beberapa dari kita tahu bahwa yang dilakukan teman tadi hanya copy paste dari aplikasi primbon online. tak hanya dia tau bahwa hal tersebut adalah hal yang lucu dan membuat orang lain ketawa, dia juga berharap bahwa tulisan dia akan menjadi wacana bahwa kita memang masih tinggal di indonesia, bukan di negara lain.
mungkin hal tersebut sangat membuat sebagian pihak ketakutan bahwa akan banyak yang mengikuti dan mempercayai tulisan tersebut. nggak usah ditulis, tetap banyak kok yang percaya kejawen, dan kebanyakan mereka nggak ikut-ikutan, mereka secara sadar mau mengikuti ajaran tersebut. adalah tugas kita memang untuk meluruskan mereka, tapi apakah kita kena target? itu diluar apa yang akan dibahas disini.
para member milis yang kurang lebih tidak berbeda jauh cara berdikir daya nalar dan keimanannya, harusnya bisa menyikapi tulisan tersebut, apabila memang ada yang percaya terhadap primbon tidak akan serta merta percata, bahkan kalo percaya pun dia akan cari informasi yg lebih valid daripada si penulis yang copy paste itu tadi.
sungguh menyedihkan kondisi indonesia yang memiliki banyak ragam budaya, keyakinan, dan adat istiadat menjadi hal yang membingungkan bagi anak cucu kita nanti jika ada sebuah paham yang mendiskreditkan adat budaya tadi... akankah dibiarkan punah?
bukankah sebaiknya ragam adat istiadat tadi tetap dibiarkan demikian adanya tetapi menjadi tugas kita untuk memberikan pemahaman yang baik kepada keturunan kita untuk supaya mereka bisa menyikapi berbagai ragam budaya tadi?
mungkin hal tersebut sangat membuat sebagian pihak ketakutan bahwa akan banyak yang mengikuti dan mempercayai tulisan tersebut. nggak usah ditulis, tetap banyak kok yang percaya kejawen, dan kebanyakan mereka nggak ikut-ikutan, mereka secara sadar mau mengikuti ajaran tersebut. adalah tugas kita memang untuk meluruskan mereka, tapi apakah kita kena target? itu diluar apa yang akan dibahas disini.
para member milis yang kurang lebih tidak berbeda jauh cara berdikir daya nalar dan keimanannya, harusnya bisa menyikapi tulisan tersebut, apabila memang ada yang percaya terhadap primbon tidak akan serta merta percata, bahkan kalo percaya pun dia akan cari informasi yg lebih valid daripada si penulis yang copy paste itu tadi.
sungguh menyedihkan kondisi indonesia yang memiliki banyak ragam budaya, keyakinan, dan adat istiadat menjadi hal yang membingungkan bagi anak cucu kita nanti jika ada sebuah paham yang mendiskreditkan adat budaya tadi... akankah dibiarkan punah?
bukankah sebaiknya ragam adat istiadat tadi tetap dibiarkan demikian adanya tetapi menjadi tugas kita untuk memberikan pemahaman yang baik kepada keturunan kita untuk supaya mereka bisa menyikapi berbagai ragam budaya tadi?
Sep 10, 2008
Apakah anda brengsek?
Tidak ada seorangpun di dunia ini akan dengan serta merta menyatakan dengan jujur bahwa dirinya brengsek. Mungkin ada satu atau dua, tapi pasti dinyatakan setelah adanya pemikiran dan persiapan tentang apa yang akan terjadi setelah pernyataan tersebut dilontarkan.
Apakah anda merasa bahwa orang lain menganggap anda brengsek?
Hal ini juga sulit. Sekali lagi kita tidak dapat men-drive persepsi orang tentang kita. Persepsi orang dapat muncul karena berbagai hal. Tapi tetaplah persepsi itu akan muncul dengan sebab apapun. Jika tidak ada sebab, maka persepsi tersebut tidak akan ada.
Orang menganggap anda brengsek? Pasti anda sudah melakukan sesuatu.
Anda tidak tahu, pada saat anda melakukan apa sehingga timbul persepsi brengsek tentang anda. Kadang seseorang tidak peduli tentang persepsi orang. Sangat banyak orang yang beranggapan terhadap dirinya sendiri seperti ini. Bahkan pada orang yang benar-benar brengsek sekalipun, dia tidak peduli jika orang lain menganggap dirinya brengsek. Parah memang.
Kadang anda benar-benar tidak tahu, apa yang membuat orang menganggap anda brengsek. Tapi hal tersebut dapat ditrace dengan cara melakukan sesuatu pancingan sehingga menimbulkan reaksi yang terlihat bahwa benar orang lain menganggap anda brengsek. Sulit?
Apakah anda merasa bahwa orang lain menganggap anda brengsek?
Hal ini juga sulit. Sekali lagi kita tidak dapat men-drive persepsi orang tentang kita. Persepsi orang dapat muncul karena berbagai hal. Tapi tetaplah persepsi itu akan muncul dengan sebab apapun. Jika tidak ada sebab, maka persepsi tersebut tidak akan ada.
Orang menganggap anda brengsek? Pasti anda sudah melakukan sesuatu.
Anda tidak tahu, pada saat anda melakukan apa sehingga timbul persepsi brengsek tentang anda. Kadang seseorang tidak peduli tentang persepsi orang. Sangat banyak orang yang beranggapan terhadap dirinya sendiri seperti ini. Bahkan pada orang yang benar-benar brengsek sekalipun, dia tidak peduli jika orang lain menganggap dirinya brengsek. Parah memang.
Kadang anda benar-benar tidak tahu, apa yang membuat orang menganggap anda brengsek. Tapi hal tersebut dapat ditrace dengan cara melakukan sesuatu pancingan sehingga menimbulkan reaksi yang terlihat bahwa benar orang lain menganggap anda brengsek. Sulit?
Seorang sahabat adalah dia yang mau mengatakan keburukan sahabatnya
Kadang kita terbelenggu akan norma dan adat istiadat dimana mulut kita terasa terkunci untuk mengatakan sesuatu yang sebenarnya ada di benak kita. Entah karena segan, entah karena takut, atau entah karena malu. Tapi apa yang ada dibenak kita itulah yang selalu terngiang pada saat kita bertemu seseorang yang kita hormat, dekat atau cinta.
Perasaan segan karena tidak pantas jika kita mengatakan keburukan orang lain, karena kita pernah berhutang budi. Atau kita segan mengatakan tentang kenyataan yang buruk dari diri sahabat kita karena kita segan dengan dia, dan orang lainpun segan dengan dia, kita takut orang lain berpersepsi berbeda terhadap kita karena kita berpersepsi buruk terhadap sang sahabat tersebut.
Untuk menyatakan sebuah kenyataan yang buruk tentang seseorang kadang kita merasa takut jika orang itu marah dan menjauhi kita. Itu adalah salah satu notma yang dianut oleh lingkungan kita, bahkan di sebagian besar lingkungan manusia. Hal ini dipicu akan sifat manusia yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya penuh kekurangan. Banyak manusia yang merasa bahwa dirinya sudah perfect dan sudah sangat berusaha menghindari hal-hal buruk, minimal di kacamata norma kehidupan masyarakat.
Apakah sepasang sahabat hanya membahas hal-hal baik antara keduanya? Membahas hal-hal baik memang memberikan energi positif yang membangun. Namun kadangkala kita tergelincir ke hal yang terlalu menggali kebaikan seseorang.
Baik terhadap sahabat adalah hal yang lumrah, bahkan harus. Jadi what’s the big deal? Membahas kebaikan antara teman atau sahabat adalah sebuah hal yang lumrah dan harus. Tidak hanya kepada sahabat, kepada seluruh umat manusia seharusnya, bahkan kepada musuh. Namun keburukan yang ada pada diri sahabat kita seharusnya tidaklah dapat membuat kita tenang berada di dekat dia. Karena seharusnya keburukan itu menjadi ganjalan kita untuk berada dekat pada sahabat itu.
Menjadi munafik itu berat pada awalnya namun akan terbiasa setelahnya. Sehingga jika kita terbiasa untuk berkata dan mengingatkan keburukan yang ada pada sahabat kita menjadikan kita terhindar dari banyak hal, pertama adalah terhindar dari kemunafikan, kedua akan membuat persahabatan menjadi sebuah hubungan yang pure tanpa basa-basi yang berujung kepada membanding-bandingkan seorang dengan seorang yang lain.
Perasaan segan karena tidak pantas jika kita mengatakan keburukan orang lain, karena kita pernah berhutang budi. Atau kita segan mengatakan tentang kenyataan yang buruk dari diri sahabat kita karena kita segan dengan dia, dan orang lainpun segan dengan dia, kita takut orang lain berpersepsi berbeda terhadap kita karena kita berpersepsi buruk terhadap sang sahabat tersebut.
Untuk menyatakan sebuah kenyataan yang buruk tentang seseorang kadang kita merasa takut jika orang itu marah dan menjauhi kita. Itu adalah salah satu notma yang dianut oleh lingkungan kita, bahkan di sebagian besar lingkungan manusia. Hal ini dipicu akan sifat manusia yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya penuh kekurangan. Banyak manusia yang merasa bahwa dirinya sudah perfect dan sudah sangat berusaha menghindari hal-hal buruk, minimal di kacamata norma kehidupan masyarakat.
Apakah sepasang sahabat hanya membahas hal-hal baik antara keduanya? Membahas hal-hal baik memang memberikan energi positif yang membangun. Namun kadangkala kita tergelincir ke hal yang terlalu menggali kebaikan seseorang.
Baik terhadap sahabat adalah hal yang lumrah, bahkan harus. Jadi what’s the big deal? Membahas kebaikan antara teman atau sahabat adalah sebuah hal yang lumrah dan harus. Tidak hanya kepada sahabat, kepada seluruh umat manusia seharusnya, bahkan kepada musuh. Namun keburukan yang ada pada diri sahabat kita seharusnya tidaklah dapat membuat kita tenang berada di dekat dia. Karena seharusnya keburukan itu menjadi ganjalan kita untuk berada dekat pada sahabat itu.
Menjadi munafik itu berat pada awalnya namun akan terbiasa setelahnya. Sehingga jika kita terbiasa untuk berkata dan mengingatkan keburukan yang ada pada sahabat kita menjadikan kita terhindar dari banyak hal, pertama adalah terhindar dari kemunafikan, kedua akan membuat persahabatan menjadi sebuah hubungan yang pure tanpa basa-basi yang berujung kepada membanding-bandingkan seorang dengan seorang yang lain.
Sep 9, 2008
Kontroversi Acara Sahur
Pada saat sahur selama ramadhan ini aku lebih suka nonton trans tv, dengan komeng adul dan olga dkk. garing? emang, ecek-ecek? emang, gak mutu? emang. Tapi aku bisa ketawa dan ilang ngantuknya.
Banyak sekali yang bilang bahwa selama ramadhan sebaiknya fokus pada ibadah, tinggalkan hal-hal yang gak perlu. Ya memang betul itu. Tapi... hidupku dan mungkin hidup banyak orang lainnya memang penuh dengan "tapi".
Dunia berkembang, teknologi berkembang, kebutuhan manusia berkembang. Kebutuhan manusia juga berkembang. Ibadah juga berkembang, karena kesadaran akan adanya sang pencipta juga semakin besar. manusia diciptakan sedemikan kompleks dan banyak keinginan dan beragam antara satu manusia dengan manusia lain.
Jadi ya wajar-wajar saja sebagian besar masyarakat indonesia masih menginginkan acara sahur sekelas trans tv, dengan bukti rating yang tinggi ("Hadiansyah bersyukur acara Saatnya Kita Sahur mendapat respons bagus dari penonton. Audience share-nya rata-rata mencapai 25,7 persen pada minggu pertama ini." diambil dari kompas). Yang dapat diartikan bahwa masyarakat indonesia untuk acara sahur di pagi hari, harus nyiapin makan buat keluarga, mbangunin suami-anak-anak, kerja di pagi hari nantinya, membutuhkan acara yang ringan, lucu danbikin ketawa seperti ini.
Penonton dibikin bodoh dengan kuis? kuis-kuis sperti: adul sedang apa? pada saat itu adul sedang menirukan gerakan orang makan, dengan jawaban pilihan: a. adul sedang naik sepeda, b. adul sedang makan.
Yaiyalah gampang, emang penonton senang dibilang bodoh? penonton tv sedang dikasih duit. hahaha. itu saja kuncinya. Kuis yang sulit akan menyita durasi waktu tayang, tidak efektif dan tidak merata untuk semua supplier iklan disitu. dengan kuis yang gampang, acara jadi tidak monoton (seperti film-film indonesia yg lamabt banget alur ceritanya) dan cepat berganti scene panggung. kan bosen kalo liat kuis yang nunggu2 telp masuk dan jawabanya salah-salah melulu.
Itulah kenapa acara Saatnya Kita Sahur mendapatkan rating yang tertinggi (sementara) di bulan ramadhan 1429 H ini. Mereka pinter bikin acara menarik dan tidak membosankan, dan mengandeng mitra2 sponsor yang mau menggulirkan hadiah kuis yang nggak tanggung2... mak nyus bagi yg dapet...
Banyak sekali yang bilang bahwa selama ramadhan sebaiknya fokus pada ibadah, tinggalkan hal-hal yang gak perlu. Ya memang betul itu. Tapi... hidupku dan mungkin hidup banyak orang lainnya memang penuh dengan "tapi".
Dunia berkembang, teknologi berkembang, kebutuhan manusia berkembang. Kebutuhan manusia juga berkembang. Ibadah juga berkembang, karena kesadaran akan adanya sang pencipta juga semakin besar. manusia diciptakan sedemikan kompleks dan banyak keinginan dan beragam antara satu manusia dengan manusia lain.
Jadi ya wajar-wajar saja sebagian besar masyarakat indonesia masih menginginkan acara sahur sekelas trans tv, dengan bukti rating yang tinggi ("Hadiansyah bersyukur acara Saatnya Kita Sahur mendapat respons bagus dari penonton. Audience share-nya rata-rata mencapai 25,7 persen pada minggu pertama ini." diambil dari kompas). Yang dapat diartikan bahwa masyarakat indonesia untuk acara sahur di pagi hari, harus nyiapin makan buat keluarga, mbangunin suami-anak-anak, kerja di pagi hari nantinya, membutuhkan acara yang ringan, lucu danbikin ketawa seperti ini.
Penonton dibikin bodoh dengan kuis? kuis-kuis sperti: adul sedang apa? pada saat itu adul sedang menirukan gerakan orang makan, dengan jawaban pilihan: a. adul sedang naik sepeda, b. adul sedang makan.
Yaiyalah gampang, emang penonton senang dibilang bodoh? penonton tv sedang dikasih duit. hahaha. itu saja kuncinya. Kuis yang sulit akan menyita durasi waktu tayang, tidak efektif dan tidak merata untuk semua supplier iklan disitu. dengan kuis yang gampang, acara jadi tidak monoton (seperti film-film indonesia yg lamabt banget alur ceritanya) dan cepat berganti scene panggung. kan bosen kalo liat kuis yang nunggu2 telp masuk dan jawabanya salah-salah melulu.
Itulah kenapa acara Saatnya Kita Sahur mendapatkan rating yang tertinggi (sementara) di bulan ramadhan 1429 H ini. Mereka pinter bikin acara menarik dan tidak membosankan, dan mengandeng mitra2 sponsor yang mau menggulirkan hadiah kuis yang nggak tanggung2... mak nyus bagi yg dapet...
Kokom BUNTING!
WHAT!!!
ya begitulah sesuai dengan judul posting ini. Mengagetkan, mengejutkan, membingungkan, menyebalkan? semua deh rasa itu ada. Eit.. sebelum pertanyaan2 lain muncul... aku tetep akan bercerita.
Aku butuh seorang pembokat pastinya, tetep lah sepanjang masa, secara aku kan bekerja dan suka hang out, mana mungkin lah aku kerjakan semua pekerjaan rumah dan hal-hal tetek bengek palagi yg sepele2. please deh, aku cari duit gitu loh, give me quality time n explore love and world, menikmati hasil kerja gitu loh.
That's why aku punya dua pembokat, yang satu sebagai asisten rumah tangga dan yang satu sebagai teman daphne, yah aku memang bukan ibu yg sempurna yang bisa memeluk anak kapan saja, bisa menjadi teman dia kapan saja, belum, belum sampai situ. aku masih ingin daphne bisa sekolah di sekolah yg bagus dan layak, daphne bisa pakai baju yang keren dan layak, eh... kok sampe kesitu ya ngomongnya.
yah, beginilah cerita si kokom...
-----------------------------------------
suatu pagi yang sibuk. aku masih sibuk dengan moisturizer, foundation, bedak padat, blush on, dan lipstick dan ditutup dengan pake jilbab. daphne main-main ama papanya sambil memperhatikan mamanya lagi dandan. tanten2 asisten lagi sibuk di dapur, pating kelontang dan kemricik air tanda lagi pada cuci piring.
setelah beres semua, aku keluar kamar dan liat di kamar sebelah kokom terpekur memandangi tivi, eh tivi atau kipas angin ya? auk ah pokoknya dia kayak orang bingung. tapi dia emang sering kok begitu.
re...
apaan?
eh re...
iya apaan?
itu... testpack itu boong gak sih re?
hah?! dobel?
iye...
hah?! me sape lo?
bisa boong gak sih?
kagak bisa tauk!! apaan nih? telat brapa bulan luh?
...
woi jawab woi!
...
si warsi bilang,
iye tuh mbak, kan semenjak kerja disini warsi gk pernah tau kokom mens, dah tua kali.
hah?!
sampe bosen gw ngomong hah.
brape bulan kom?
tauk neh
loh?!
trus mo tanggung jawab gak?
nah itu die...
hah?!
kan ama laki kokom yg dulu
what?! (udah bosen dengan "hah")
bersambung...
ya begitulah sesuai dengan judul posting ini. Mengagetkan, mengejutkan, membingungkan, menyebalkan? semua deh rasa itu ada. Eit.. sebelum pertanyaan2 lain muncul... aku tetep akan bercerita.
Aku butuh seorang pembokat pastinya, tetep lah sepanjang masa, secara aku kan bekerja dan suka hang out, mana mungkin lah aku kerjakan semua pekerjaan rumah dan hal-hal tetek bengek palagi yg sepele2. please deh, aku cari duit gitu loh, give me quality time n explore love and world, menikmati hasil kerja gitu loh.
That's why aku punya dua pembokat, yang satu sebagai asisten rumah tangga dan yang satu sebagai teman daphne, yah aku memang bukan ibu yg sempurna yang bisa memeluk anak kapan saja, bisa menjadi teman dia kapan saja, belum, belum sampai situ. aku masih ingin daphne bisa sekolah di sekolah yg bagus dan layak, daphne bisa pakai baju yang keren dan layak, eh... kok sampe kesitu ya ngomongnya.
yah, beginilah cerita si kokom...
-----------------------------------------
suatu pagi yang sibuk. aku masih sibuk dengan moisturizer, foundation, bedak padat, blush on, dan lipstick dan ditutup dengan pake jilbab. daphne main-main ama papanya sambil memperhatikan mamanya lagi dandan. tanten2 asisten lagi sibuk di dapur, pating kelontang dan kemricik air tanda lagi pada cuci piring.
setelah beres semua, aku keluar kamar dan liat di kamar sebelah kokom terpekur memandangi tivi, eh tivi atau kipas angin ya? auk ah pokoknya dia kayak orang bingung. tapi dia emang sering kok begitu.
re...
apaan?
eh re...
iya apaan?
itu... testpack itu boong gak sih re?
hah?! dobel?
iye...
hah?! me sape lo?
bisa boong gak sih?
kagak bisa tauk!! apaan nih? telat brapa bulan luh?
...
woi jawab woi!
...
si warsi bilang,
iye tuh mbak, kan semenjak kerja disini warsi gk pernah tau kokom mens, dah tua kali.
hah?!
sampe bosen gw ngomong hah.
brape bulan kom?
tauk neh
loh?!
trus mo tanggung jawab gak?
nah itu die...
hah?!
kan ama laki kokom yg dulu
what?! (udah bosen dengan "hah")
bersambung...
marhaban ya ramadhan 1429 H
akhirnya ngeblog lagi...
fiuh... sakti juga ya orang yg berusaha menghentikan aku dari aktivitas blogging.
maaf lahir batin ya teman2 pembaca setia, sebentar lagi tulisan-tulisan saya akan kembali mengudara...
fiuh... sakti juga ya orang yg berusaha menghentikan aku dari aktivitas blogging.
maaf lahir batin ya teman2 pembaca setia, sebentar lagi tulisan-tulisan saya akan kembali mengudara...
Jul 21, 2008
Suatu hari di sebuah antrian teller BCA
Dengan berlari-lari kecil aku menuju sebuah BCA di bilangan sabang jakarta pusat. Dengan niat untuk mentransfer ke rek temen, bisnis kecil-kecilan. Secara rekening BCA ku tinggak 300 rebu, meamng sulit memaintain rekening di BCA, so many things can be done at BCA, bayar2 gituh, lom ada income yg masup BCA. Kalo di rek ku di bank lain, ada.
Naiklah aku ke lantai atas dan mengisi form setoran. OMG... as usual, padat merayap bo antriannya. Tapi tak apa, demi profesionalitas, aku musti transfer segera.
Antrilah saya di antrian yang berputar-putar. Dan anehnya para pengantre menghadap ke arah antrian, kok rajin dan nurut sekali ya? kenapa nggak menghadap ke arah depan (arah meja teller) supaya bisa liat kondisi mana teller yg kosong dan antrian bergerak. Tapi ini arah pengantre adalah menghadap ke alur antrian. Jadinya aku dan sebelahku saling berlawanan arah antrinya. Hehehe kalo diperhatikan sih lucu juga, diem berdiri dan berlawanan arah, ih bodoh amat sih. Tapi aku tetep berdiri dan menghadap agak-agak ke arah teller gitu, jadi tau sikon antrian kapan akan bergerak.
Dan sampailah saya pada arah yang benar yaitu menghadap ke arah meja teller. Artinya aku berlawanan arah cara menghadap dengan antrian sebelahku, hihihi.
dan ini inti postingan ini...
Ada mas-mas berdiri antri di sebelahku. Berlawanan arah tentunya menghadap antriannya. Dia mengarah belakang, dan aku mengarah ke depan, ke arah meja teller. Mas-mas itu berbadan tinggi dan berotot, berambut cepak, tapi bukan anggota tni maupun polisi. Lebih cocok ke arah instruktur fitness atau senam gitu. Tapi tingi dan rapi. Pake kaus dan celana rada gombrang. Kausnya ngepas badan, makanya keliatan seperti instruktur fitnes. Dia berdiri menunduk melihat-liat kertas di tangannya, mungkin itu slip setoran atau transaksi lain. Dan kelihatan sedang menikmati musik di kupingnya. Di kupingnya ada wireless headphone. Cukup biasa, dan tidak terlalu mengundang perhatian orang lain.
Jarak antara aku dan mas-mas itu sudah makin mendekat, dan terdengar apa yang sedang didengarkan di kuping mas-mas itu. apa coba saudara-saudara, lagu yang sedang didengarkan oleh mas-mas bertubuh tinggi, berotot, dan seperti instruktur fitness itu?
ternyata lagunya BCL booo... aduh ya aku nggak apal apa judulnya... hehehehehehe...
Naiklah aku ke lantai atas dan mengisi form setoran. OMG... as usual, padat merayap bo antriannya. Tapi tak apa, demi profesionalitas, aku musti transfer segera.
Antrilah saya di antrian yang berputar-putar. Dan anehnya para pengantre menghadap ke arah antrian, kok rajin dan nurut sekali ya? kenapa nggak menghadap ke arah depan (arah meja teller) supaya bisa liat kondisi mana teller yg kosong dan antrian bergerak. Tapi ini arah pengantre adalah menghadap ke alur antrian. Jadinya aku dan sebelahku saling berlawanan arah antrinya. Hehehe kalo diperhatikan sih lucu juga, diem berdiri dan berlawanan arah, ih bodoh amat sih. Tapi aku tetep berdiri dan menghadap agak-agak ke arah teller gitu, jadi tau sikon antrian kapan akan bergerak.
Dan sampailah saya pada arah yang benar yaitu menghadap ke arah meja teller. Artinya aku berlawanan arah cara menghadap dengan antrian sebelahku, hihihi.
dan ini inti postingan ini...
Ada mas-mas berdiri antri di sebelahku. Berlawanan arah tentunya menghadap antriannya. Dia mengarah belakang, dan aku mengarah ke depan, ke arah meja teller. Mas-mas itu berbadan tinggi dan berotot, berambut cepak, tapi bukan anggota tni maupun polisi. Lebih cocok ke arah instruktur fitness atau senam gitu. Tapi tingi dan rapi. Pake kaus dan celana rada gombrang. Kausnya ngepas badan, makanya keliatan seperti instruktur fitnes. Dia berdiri menunduk melihat-liat kertas di tangannya, mungkin itu slip setoran atau transaksi lain. Dan kelihatan sedang menikmati musik di kupingnya. Di kupingnya ada wireless headphone. Cukup biasa, dan tidak terlalu mengundang perhatian orang lain.
Jarak antara aku dan mas-mas itu sudah makin mendekat, dan terdengar apa yang sedang didengarkan di kuping mas-mas itu. apa coba saudara-saudara, lagu yang sedang didengarkan oleh mas-mas bertubuh tinggi, berotot, dan seperti instruktur fitness itu?
ternyata lagunya BCL booo... aduh ya aku nggak apal apa judulnya... hehehehehehe...
Get a LIFE!
Anda putus cinta? diputus pacar? ditalak suami? baru cere? ditinggal kawin? diselingkuhi?
Berat memang, mo mati rasanya. Percuma mo terusin idup, rasanya. Mo nusuk dia, rasanya. Mo me mutilasi dia, rasanya. Kepengen ngebakar rumahnya. Kepengen nampol dia sampe pingsan.
Dalem rasanya, nggak terlukiskan, nggak bisa diungkapkan, lebih dari kata-kata di paragraf di atas. Lebih dari itu.
Apakah anda akan selamanya seperti itu? Kondisi saat seperti ini mungkin masih gelap, nggak jelas kedepannya bagaimana, dan buntu!.
mungkin ide-ide berikut dapat sedikit memberikan pencerahan bagi anda yang dalam kondisi sedemikian pekatnya nggak tau harus ngapain lagi (hiraukan pesan-pesan ini dari urusan religi, norma dan aturan perundangan):
1. Makan sepuasnya makanan yang kamu suka, minum sepuasnya minuman yang kamu suka. Ke restoran termahal sesuai ukuran dompet kamu dan nikmati sekecap demi sekecap makanan enak dan mahal itu, nikmati seteguk demi seteguk minuman itu.
2. melakukan sesuatu yang selama ini tidak pernah / tidak berani anda lakukan. Ke roof gedung tinggi, minta temenin security (kasih dia uang rokok atau makan siang, pasti mau), dan diem aja disitu memandang kota jakarta yg dibawah sana sumpek, macet dan terselimut kabut polusi. dan masih banyak hal lagi.
3. Cari Party se-Party-Party-nya, bawa duit cukup dan buka kamar hotel, nikmati pesta, jingkrak-jingkrak, ketawa sepuas-puasnya, minum, cari kenalan, ngobrol ampe pagi. kalo gempor atau mabok, lgs bobok di kamar.
4. pergi ke pantai, bawa bekel/tenda, diem di pantai itu selama kamu mau, pandang garis pantai sepuas-puasmu.
berat memang, tapi semua itu harus dilalui...
Berat memang, mo mati rasanya. Percuma mo terusin idup, rasanya. Mo nusuk dia, rasanya. Mo me mutilasi dia, rasanya. Kepengen ngebakar rumahnya. Kepengen nampol dia sampe pingsan.
Dalem rasanya, nggak terlukiskan, nggak bisa diungkapkan, lebih dari kata-kata di paragraf di atas. Lebih dari itu.
Apakah anda akan selamanya seperti itu? Kondisi saat seperti ini mungkin masih gelap, nggak jelas kedepannya bagaimana, dan buntu!.
mungkin ide-ide berikut dapat sedikit memberikan pencerahan bagi anda yang dalam kondisi sedemikian pekatnya nggak tau harus ngapain lagi (hiraukan pesan-pesan ini dari urusan religi, norma dan aturan perundangan):
1. Makan sepuasnya makanan yang kamu suka, minum sepuasnya minuman yang kamu suka. Ke restoran termahal sesuai ukuran dompet kamu dan nikmati sekecap demi sekecap makanan enak dan mahal itu, nikmati seteguk demi seteguk minuman itu.
2. melakukan sesuatu yang selama ini tidak pernah / tidak berani anda lakukan. Ke roof gedung tinggi, minta temenin security (kasih dia uang rokok atau makan siang, pasti mau), dan diem aja disitu memandang kota jakarta yg dibawah sana sumpek, macet dan terselimut kabut polusi. dan masih banyak hal lagi.
3. Cari Party se-Party-Party-nya, bawa duit cukup dan buka kamar hotel, nikmati pesta, jingkrak-jingkrak, ketawa sepuas-puasnya, minum, cari kenalan, ngobrol ampe pagi. kalo gempor atau mabok, lgs bobok di kamar.
4. pergi ke pantai, bawa bekel/tenda, diem di pantai itu selama kamu mau, pandang garis pantai sepuas-puasmu.
berat memang, tapi semua itu harus dilalui...
Jul 7, 2008
apa yg akan kau lakukan bila menemui pasanganmu selingkuh?
1. instropeksi diri
2. instropeksi diri
3. instropeksi diri
4. cincang-cincang pasangan kita
5. cincang-cincang selingkuhannya
Tulisan di atas adalah posting ku di blog ini beberapa waktu yang lalu, dah lama...
rere: hows the day?
intan: still miserable
rere: get a live dongggggggggggg
intan: iya ini baru mau akan
intan: start this week
intan: I dont wanna drown in missery & sadness
intan: gw akan berusaha kuat lupain dia
intan: ngga mau harap & cintain dia lagi huh
intan: monyet tuh orang
intan: gw blom diberesin die udah cari & dapetin pengganti gw
intan: mana lebih sexy lagi...huh...
intan: aku TIDAK IKHLAS liat dia happy sama gendakan barunya
intan: tapi gw ngga mau nyebut sbg BINI or WIFE or ISTRI
intan: gw cuman mau nyebut GENDAKAN or CEWE SIMPENAN
rere: is there something happen between u both before he leaves?
intan: seingat gw sih ngga ada masalah
intan: trakhir kontak, kita ngga tengkar kok
intan: gw tersinpired ama lu
intan: 1. instropeksi diri
intan: 2. instropeksi diri
intan: 3. instropeksi diri
intan: 4. cincang-cincang dia
intan: 5. cincang-cincang simpenannya
intan: itu yg u bilang tentang apa yg akan kau lakukan bila menemui pasanganmu selingkuh?
rere: tenang aja jeng, u r my good friends
rere: skg sih tinggal memaintain yg ada n support temen2 baek
intan: great
intan: kalo gitu...
intan: CARIKAN AKU SUAMI BARU!
intan: CEPAAAAAAAAAAATTT!!!!
rere: hahahahhaahahaaaaaaaa
rere: serasa upik abuuu
intan: kalo gitu gw yg jadi CINTA LAURAnya yah?
rere: huahahhaa he em
2. instropeksi diri
3. instropeksi diri
4. cincang-cincang pasangan kita
5. cincang-cincang selingkuhannya
Tulisan di atas adalah posting ku di blog ini beberapa waktu yang lalu, dah lama...
rere: hows the day?
intan: still miserable
rere: get a live dongggggggggggg
intan: iya ini baru mau akan
intan: start this week
intan: I dont wanna drown in missery & sadness
intan: gw akan berusaha kuat lupain dia
intan: ngga mau harap & cintain dia lagi huh
intan: monyet tuh orang
intan: gw blom diberesin die udah cari & dapetin pengganti gw
intan: mana lebih sexy lagi...huh...
intan: aku TIDAK IKHLAS liat dia happy sama gendakan barunya
intan: tapi gw ngga mau nyebut sbg BINI or WIFE or ISTRI
intan: gw cuman mau nyebut GENDAKAN or CEWE SIMPENAN
rere: is there something happen between u both before he leaves?
intan: seingat gw sih ngga ada masalah
intan: trakhir kontak, kita ngga tengkar kok
intan: gw tersinpired ama lu
intan: 1. instropeksi diri
intan: 2. instropeksi diri
intan: 3. instropeksi diri
intan: 4. cincang-cincang dia
intan: 5. cincang-cincang simpenannya
intan: itu yg u bilang tentang apa yg akan kau lakukan bila menemui pasanganmu selingkuh?
rere: tenang aja jeng, u r my good friends
rere: skg sih tinggal memaintain yg ada n support temen2 baek
intan: great
intan: kalo gitu...
intan: CARIKAN AKU SUAMI BARU!
intan: CEPAAAAAAAAAAATTT!!!!
rere: hahahahhaahahaaaaaaaa
rere: serasa upik abuuu
intan: kalo gitu gw yg jadi CINTA LAURAnya yah?
rere: huahahhaa he em
Jul 2, 2008
Affair di kantor
Nggak dimana, affair kantor sering ada. Nggak usah di kantor swasta, bumn, di pemerentahan juga banyak. Masih hangat di pembicaraan, skandal anggota dewan yang terhormat. Kenapa ini terjadi?
Berapa jam kita di rumah? berapa persen waktu kita ketemu dengan pasangan? berapa persennya-kah waktu bertemu dengan pasangan kita yang BERKUALITAS? bukan pasangan yg berkualitas, tapi waktunya yg berkualitas.
tarohlah kita keluar rumah standar ya jam 7 pagi, pulang jam 7 malam. 50% dari waktu kita sehari kita nggak bertemu pasangan (perkecualian untuk pasangan yang sama2 sekantor, se-building, atau bisa makan siang bareng) dari jam 7 malam hingga jam 7 pagi itu 6 jam kita tidur, artinya kita cuma punya enam jam untuk bertemu dengan pasangan. Dari enam jam itu dikurangi waktu: mandi, pipis, pup, baca koran, nonton tivi, dan mungkin lembur, berapa jam yang berkualitas untuk pasangan?
Jelas lah waktu 8 jam di kantor itu cukup signifikan jika dibanding waktu berkualitas dengan pasangan kita di rumah. Wajar aja kalo kejadian affair itu adaaaaa aja dimana-mana. Mau gimana lagi, tiap-tiap hari ketemu itu-itu melulu, mereka yang ditemui di kantor pasti dandan ala kantoran, nggak ada yg dasteran doang, nggak ada yg cuma pake singlet n kolor, nggak ada yang mlungker di kasur, nggak ada yg beberes melulu. Mereka yang ditemuin di kantor, minimal dah mandi, pake pakaian rapi, wangi, segar, semangat, rambut rapi, bawa tentengan gadget, berbicara berwibawa dan bereksan pintar (kecuali yang emang pintar ya). Itu semua bisa menjadi persepsi yang bagus dibanding pasangan di rumah. Persepsi bagi sebagian orang loh.
Terus bagaimana dong?
Bagi pasangan yang di rumah, berusahalah lebih cantik/cakep dibanding orang-orang di kantor pas jam berlualitas itu. Nggak berarti elu-elu pada harus pake baju kantor dan dandan cakep2. Setidaknya jangan langsung pake daster, tapi wangi dan bedakan, dan rapi, dan siap diajak ngomong yang "sesuai" dengan keinginan pasangan, dan juga bersemangat.
Bagi pasangan yang ada di kantor, yang rapi-rapi, yang cakep-cakep, yang cantik-cantik di kantor itu juga punya daster, juga pernah nglombrot (nggak dandan, dan berpakaian seadanya), pernah nggak dandan, awut-awutan, pernah melungker molor bahkan mungkin ngiler. Jadi sutralah, ngapain sih berfikiran untuk berinteraksi lebih jauh dengan yang bukan pasangan?
Berapa jam kita di rumah? berapa persen waktu kita ketemu dengan pasangan? berapa persennya-kah waktu bertemu dengan pasangan kita yang BERKUALITAS? bukan pasangan yg berkualitas, tapi waktunya yg berkualitas.
tarohlah kita keluar rumah standar ya jam 7 pagi, pulang jam 7 malam. 50% dari waktu kita sehari kita nggak bertemu pasangan (perkecualian untuk pasangan yang sama2 sekantor, se-building, atau bisa makan siang bareng) dari jam 7 malam hingga jam 7 pagi itu 6 jam kita tidur, artinya kita cuma punya enam jam untuk bertemu dengan pasangan. Dari enam jam itu dikurangi waktu: mandi, pipis, pup, baca koran, nonton tivi, dan mungkin lembur, berapa jam yang berkualitas untuk pasangan?
Jelas lah waktu 8 jam di kantor itu cukup signifikan jika dibanding waktu berkualitas dengan pasangan kita di rumah. Wajar aja kalo kejadian affair itu adaaaaa aja dimana-mana. Mau gimana lagi, tiap-tiap hari ketemu itu-itu melulu, mereka yang ditemui di kantor pasti dandan ala kantoran, nggak ada yg dasteran doang, nggak ada yg cuma pake singlet n kolor, nggak ada yang mlungker di kasur, nggak ada yg beberes melulu. Mereka yang ditemuin di kantor, minimal dah mandi, pake pakaian rapi, wangi, segar, semangat, rambut rapi, bawa tentengan gadget, berbicara berwibawa dan bereksan pintar (kecuali yang emang pintar ya). Itu semua bisa menjadi persepsi yang bagus dibanding pasangan di rumah. Persepsi bagi sebagian orang loh.
Terus bagaimana dong?
Bagi pasangan yang di rumah, berusahalah lebih cantik/cakep dibanding orang-orang di kantor pas jam berlualitas itu. Nggak berarti elu-elu pada harus pake baju kantor dan dandan cakep2. Setidaknya jangan langsung pake daster, tapi wangi dan bedakan, dan rapi, dan siap diajak ngomong yang "sesuai" dengan keinginan pasangan, dan juga bersemangat.
Bagi pasangan yang ada di kantor, yang rapi-rapi, yang cakep-cakep, yang cantik-cantik di kantor itu juga punya daster, juga pernah nglombrot (nggak dandan, dan berpakaian seadanya), pernah nggak dandan, awut-awutan, pernah melungker molor bahkan mungkin ngiler. Jadi sutralah, ngapain sih berfikiran untuk berinteraksi lebih jauh dengan yang bukan pasangan?
Jun 10, 2008
NETKUIS EURO BERHADIAH!!!!
dengan bangga kami persembahkan sebuah aplikasi kecil dengan visi untuk menjadi web kuis menarik dan menghasilkan hit serta page view yang meningkat terus.
dan misi kami adalah memberikan kuis-kuis aktual dan menarik serta up to date, sehingga membuat para user netkuis akan datang lagi dan lagi untuk mengikuti netkuis.
dan dengan adanya Pesta Bola Euro 2008, kami menghadirkan
NETKUIS BOLA EURO
dengan hadiah-hadiah yang menarik...
come n join us!
dan misi kami adalah memberikan kuis-kuis aktual dan menarik serta up to date, sehingga membuat para user netkuis akan datang lagi dan lagi untuk mengikuti netkuis.
dan dengan adanya Pesta Bola Euro 2008, kami menghadirkan
NETKUIS BOLA EURO
dengan hadiah-hadiah yang menarik...
come n join us!
Jun 6, 2008
pembokat minta henpon... duh!
selayaknya punya anak, pagi tadi si kokom minta henpon. di kala semua harus diefisienkan, dikala fokus ke gizi dan pertumbuhan anak, sehingga pengeluaran lain ditekan sedemikian rupa. di kala bbm naik, di kala orang susah makan susah sekolah susah cari kerja. pembantu minta henpon.
pertanyaan:
kalo gw beliin henpon, lo potong gaji brape?
jawaban:
potong gocap ajeeee, beliin esia tuh yg pego
pertanyaan:
kalo lo punya henpon, kerjaan seharian sms-an mulu dong, ntar pada berantakan kerjaan
jawaban:
nggakkkk, pokoknya tau beres dahhh
:((
pertanyaan:
kalo lo punya henpon, kasbon melulu dong ntar buat beli pulsa
jawaban:
ah pulsa ceban inih
yah begitulah pembokat jaman sekarang.
pertanyaan:
kalo gw beliin henpon, lo potong gaji brape?
jawaban:
potong gocap ajeeee, beliin esia tuh yg pego
pertanyaan:
kalo lo punya henpon, kerjaan seharian sms-an mulu dong, ntar pada berantakan kerjaan
jawaban:
nggakkkk, pokoknya tau beres dahhh
:((
pertanyaan:
kalo lo punya henpon, kasbon melulu dong ntar buat beli pulsa
jawaban:
ah pulsa ceban inih
yah begitulah pembokat jaman sekarang.
Jun 4, 2008
toto kromo dan tepo seliro
mungkin hari gini utnuk anak2 generasi berikutnya dari saya, pada nggak tau dan nggak ngerti apa arti dari kata-kata itu.
di jaman saya masih muda (ternyata gw dah dianggap tuwir cing!) banyak sekali hal-hal yang diajarkan oleh lingkungan dan secara langsung harus saya ikuti.
contoh begini:
waktu itu saya baru lulus kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi. anak baru gitu loh, ya harus ngikuti budaya yang ada waktu itu. cara berkrim email, cara menyapa atasan, cara menyapa rekan kerja, baik yang umurnya lebih tua maupun lebih muda. nggak ada waktu itu aku ber"kamu-kamu"-an dengan rekan kerja yang lebih tua, nggak pantes lah rasanya waktu itu, dan tiu juga yang dilakukan anak2 baru yg lain waktu itu.
begitu juga dengan cara menulis email, selalu ada sapaan: dengan hormat; bapak ABC yang terhormat, dan juga ucapan salam penutup seperti: terima kasih; regards, dll.
begitu juga dengan cara berdiskusi, tidak ada acara memotong pembicaraan, selalu mendengarkan pernyataan lawan bicara hingga selesai, baru kita angkat bicara dan beropini.
begitu juga dengan attitude di kantor, nggak aca acara cekakak cekikik sendiri karena, ya anak baru gitu loh.
beda ya dengan anak-anak jaman sekarang, atau mungkin sudah tidak ada pelajaran PMP - Pendidikan Moral Pancasila dimana sejak SD hingga SMA kami dulu diajari bagaimana bersikap kepada lingkungan.
di jaman saya masih muda (ternyata gw dah dianggap tuwir cing!) banyak sekali hal-hal yang diajarkan oleh lingkungan dan secara langsung harus saya ikuti.
contoh begini:
waktu itu saya baru lulus kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi. anak baru gitu loh, ya harus ngikuti budaya yang ada waktu itu. cara berkrim email, cara menyapa atasan, cara menyapa rekan kerja, baik yang umurnya lebih tua maupun lebih muda. nggak ada waktu itu aku ber"kamu-kamu"-an dengan rekan kerja yang lebih tua, nggak pantes lah rasanya waktu itu, dan tiu juga yang dilakukan anak2 baru yg lain waktu itu.
begitu juga dengan cara menulis email, selalu ada sapaan: dengan hormat; bapak ABC yang terhormat, dan juga ucapan salam penutup seperti: terima kasih; regards, dll.
begitu juga dengan cara berdiskusi, tidak ada acara memotong pembicaraan, selalu mendengarkan pernyataan lawan bicara hingga selesai, baru kita angkat bicara dan beropini.
begitu juga dengan attitude di kantor, nggak aca acara cekakak cekikik sendiri karena, ya anak baru gitu loh.
beda ya dengan anak-anak jaman sekarang, atau mungkin sudah tidak ada pelajaran PMP - Pendidikan Moral Pancasila dimana sejak SD hingga SMA kami dulu diajari bagaimana bersikap kepada lingkungan.
May 22, 2008
BBM oh BBM
Alhamdulilah sampai saat ini saya masih mampu untuk membeli BBM non subsidi. dan semoga isu tentang demo besar-besaran pada tanggal 23 mei 2008 hanya hoax belaka, amin.
Tapi menjadi beda ceritanya manakala kita melihat tetangga-tetangga yang hanya bisamembeli minyak tanah dengan satu jerigen berkapasitas dua liter, atau kapasitas lima liter tapi hanya punya duit 5 rebu di genggaman. Cuma dapet berapa?
dan saat ini konversi mitan ke gas sudah berjalan, mitan segera hilang dari peredaran ( baca oke zone 22 maret 08 ) sebagian masyarakat hanya bisa mengelus dada, menunggu dana BLT yg nggak seberapa, dan mencari apa2 yg bisa jadi api untuk masak sehari-hari, misalkan ranting atau kusen bekas.
Bensin naik awal juni ini. rakyat yang kena imbasnya, semua harga akan naik, semua harga barang yg ada kaitannya dengan transportasi yang menggunakan BBM subsidi. Dan ini menjurut pemerintah akan disolusikan dengan dana BLT. Mengulang kembali prosesi pembagian BLT bbrp waktu lalu, siapa yang dapat dan siapa yang nggak dapat. efisiensi kah?
Rakyat yang selama ini sudah terbiasa hemat, masih dihimbau lagi untuk berhemat. Siapa sih yang hambur-hambur uang di masa-masa sulit seperti ini? sudah jelas lah siapa. Nggak mungkin rakyat yang perharinya cuma nggembol uang sepuluh rebu perak untuk makan seharian untuk sekeluarga.
Tapi menjadi beda ceritanya manakala kita melihat tetangga-tetangga yang hanya bisamembeli minyak tanah dengan satu jerigen berkapasitas dua liter, atau kapasitas lima liter tapi hanya punya duit 5 rebu di genggaman. Cuma dapet berapa?
dan saat ini konversi mitan ke gas sudah berjalan, mitan segera hilang dari peredaran ( baca oke zone 22 maret 08 ) sebagian masyarakat hanya bisa mengelus dada, menunggu dana BLT yg nggak seberapa, dan mencari apa2 yg bisa jadi api untuk masak sehari-hari, misalkan ranting atau kusen bekas.
Bensin naik awal juni ini. rakyat yang kena imbasnya, semua harga akan naik, semua harga barang yg ada kaitannya dengan transportasi yang menggunakan BBM subsidi. Dan ini menjurut pemerintah akan disolusikan dengan dana BLT. Mengulang kembali prosesi pembagian BLT bbrp waktu lalu, siapa yang dapat dan siapa yang nggak dapat. efisiensi kah?
Rakyat yang selama ini sudah terbiasa hemat, masih dihimbau lagi untuk berhemat. Siapa sih yang hambur-hambur uang di masa-masa sulit seperti ini? sudah jelas lah siapa. Nggak mungkin rakyat yang perharinya cuma nggembol uang sepuluh rebu perak untuk makan seharian untuk sekeluarga.
Subscribe to:
Posts (Atom)