Aug 3, 2007

mo babi atau formalin?


sungguh menyedihkan melihat kinerja BP POM Indonesia. permen yang sudah kita konsumsi sejak kita masih balita yang doyan permen kapanpun dan dimanapun, baru akhir-akhir ini dinyatakan mengandung formalin. bahkan permen white rabbit kesukaan kita sejak dulu itu banyak yg non curah, dan sudah ditempeli stiker BP POM yang artinya bagi pembeli adalah ya pasti sudah lolos BP POM dong. tapi ternyata yang disita tidak hanya permen white rabbit curah, tapi juga white rabbit sachet yg ada label BP POM nya.

namanya masyarakat indonesia dengan euphoria nya dan phobia karena gossip, pasti sudah bisa dipastikan tidak akan membeli permen white rabbit sejak berita formalin ini beredar, baik white rabbit curah maupun yang sachet. walaupun tetap ada sebagian masyarakat yang meng-kalim bahwa,"ini kan ada stikernya, jadi aman dong, silakan ambil peremnnya"... what????

jika ditinjau dari efek berbahayanya formalin, ya cukup bikin ngeri juga. "Saya sudah sejak kecil loh makan permen ini, tapi sampai sekarang baik-baik aja tuh", kalo emang bener white rabbit mengandung formalin, mungkin dalam prosentase kecil ya, dan itu akan tertimbun dalam tubuh selama mungkin bertahun-tahun, mungkin efeknya baru berasa kalo yangbersangkutan dah berumur nantinya. atau terbukti akhir2 ini penyakit yang menyangkut berkurangnya daya tahan tubuh manusia makin banyak saja, bisa jadi efeknya seperti itu.

jadi kalo anda terdampar di sebuah tempat terpencil, sudah tidak ada lagi yang bisa dimakan kecuali hanya permen coklat mengandung "enzym" lemak babi dan permen white rabbit yang mengandung formalin, dan anda sudah sekarat, mana yang akan anda konsumsi?

No comments:

Post a Comment