Sep 21, 2005

Surti & Samin 24

dalam sebuah kamar, dia terduduk, menatap layar ponsel, kosong, menunggu kabar, yang seharusnya sebulan yang lalu muncul.

nggak seharusnya aku mencintainya. nggak seharusnya aku mengharapkannya untuk kembali. dia pelangganku. dia hanya ingin tubuhku. tak pernah tersirat di benaknya untuk menyisakan sepucuk hatinya untuk aku, wanita seperti aku. siapakah aku? bagi dia? hanya ladang untuk meluapkan hasrat, tanpa ada hatinya berbicara. sangat beku, dingin...

beberapa kali dia bertemu samin, bertemu hanya dalam rangka transaksi. basa basi di awal, dan cumbuan2 kecil, yang memang terlihat hanya sebagai foreplay. tak ada cinta, tak ada hati. tapi aku saat itu mulai menyayanginya, dan kini mencintainya. aku tau dia, aku tau kisah dia, dari mbak tien, aku kasihan dia, aku ingin menjadi sebagian dari hidupnya...

tapi dia tak menginginkanku...

to be continued

No comments:

Post a Comment