May 16, 2007

Socialita Jakarta

bertahun-tahun yang lalu kala aku masih tinggal di kota kecil, magetan, nggak akan ngira bahwa suatu ketika aku akan mengikuti kehidupan socialita metropolitan yang kala itu hanya aku lihat di majalah yg aku pinjem atau sinetron televisi.

saat aku terpaksa mutasi kerja ke kota metropolitan jakarta, "panggilan alam" untuk menerima banyak teman dari semua kalangan tak terelakkan. mungkin sudah merupakan given bagi aku bahwa akan dikaruniai banyak teman yang baik dan membutuhkan aku. membutuhkan dalam arti, alhamdulilah, ternyata banyak pihak yang cocok untuk ngobrol, hang out, diskusi, menjalin bisnis, maupun hanya sekedar curhat ke aku. baik di kantor, kos, kafe, resto, clubbing places, dan banyak tempat lainnya.

sehingga suatu masa aku tersadar bahwa 7 hari dalam seminggu aku hang out ke 7 tempat yang berbeda dan hampir dengan 7 komunitas yang berbeda. mulai dari temen-temen kantor yang kebanyakan jaim dan keliatan baik-baik saja, sampai dengan komunitas yang ancur, yang memandang apapun yang dilakukan oleh orang lain adalah urusannya sendiri.

sudah menjadi sifat bagi aku untuk mendengarkan keluh kesah teman baikku, menemaninya saat resah dan sedih, membantu dikala teman sibuk, meramaikan party mereka kala mereka sukses, hal itu adalah menjadi keseharian di masa itu. sampai suatu ketika teman kantor berkata,"kayaknya tiap hari kamu selalu exciting pulang kantor dan besoknya ada aja cerita kamu hang out di tempat baru". "tiap hari?" kataku, "iya, setidaknya senin hingga jumat ada aja tempat yang akan dan sudah kamu singgahin dengan berbagai cerita, malah kadang jumat pagi kamu kuyu banget kurang bobo", kata temenku itu. wah selain kaget tapi senang juga, karena ada juga yang memperhatikan keseharianku.

masa itu hampir semua hang out places di seantero jakarta sudah pernah kusinggahi, mulai dari tempat biliar yang per jam nya 75rb, hingga ke club 9 ball di blok m yang per jam hanya 15rb, itu juga dah free softdrink. mulai dari nongkrong di dunkin donut sabang, hingga ke CJ hotel mulia, dragon fly atau matabar yang waktu itu masih di wtc. dari temen yg modal freepass ama kenal dgn bartender, hingga teman yg memang tiap weekend open table di club-club tertentu. semua kelas deh.

hingga ada sebuah rutinitas komunitas socialita yang mengadakan arisan di kafe-kafe dan lounge hotel ternama, walaupuna ku nggak ikutan arisan (ujung2nya kalo dapet arisan ditawarin belanja tas ama berlian :P), cuma penggembira aja saking udah berteman dengan bbrp orang disitu.

kehidupan ini memang unpredictable...

1 comment:

  1. yah namanya juga manusia sebagai mahkluk sosial jadi mau gak mau kita mesti bergaul dengan lingkungan di mana kita berinteraksi setiap harinya.. meski kadang hati tidak menginginkannya... we must do it!

    ReplyDelete