Jun 19, 2005

inna lillahi wa inna ilaihi ro ji un...





kebakaran besar yang terjadi di kebonsirih barat tidak hanya menyisakan puing2 arang sisa terbakarnya rumah2 petak yg saling berdempetan dan terbuat dari papan2 di gang yang sempit banget itu.

dari jauh, kirain ada toko yang terbakar karena asapnya mengepul sangat item dan bara api nya juga tinggi. dan yang bikin deg2 an, saat aku dari arah kwitang, asap itu berada di belakang bimantara, dimana aku kos disekitar situ juga...

ternyata, rumah kokom dan siti dan sederet rumah lainnya yang musnah. tangis dan sesenggukan yang selama ini cuma aku liat di berita2 televisi, aku lihat dengan mata kepala sendiri, orang yg hanya sempat mengangkat televisi dan sebagian buku+baju nya, diletakkannya di pinggiran jalan jaksa, hanya mampu terpaku, dengan mata sembab melihat asap yang masih membubung dan membara, dan para petugas pemadam kebakaran yang sibuk mencari air (hidran pada gk berfungsi) dan menarik2 selang yang ruwet (oon bgt dah pokoknya mah)

banyak lagi yang berlinangan air mata, karena hanya baju dibadan yang tersisa. seorang ibu meraung dan menangisi rumah satu2nya, ntah dimana dia akan tinggal, dan makan apa hari itu...

di depanku sendiri, kokom menangis, siti juga, aku nggak tau bisa berbuat apa untuk rumah mereka, aku sendiri gk punya rumah, aku cuma berfikir, mereka harus makan dan ganti baju...

No comments:

Post a Comment