Jun 29, 2005

Saodah & sang Bandiet...

saodah memang sexy, saodah memang berani, saodah memang berpikiran yg semi extrim dalam hidupnya. tak ada apapun yang bisa mematahkan prinsipnya, apa yang dia mau, harus dia dapat, asal nggak merugikan orang lain, dia akan pastikan bahwa apa yang dia ingini, akan dia dapat.

dalam cinta, saodah sudah tak dapat lagi berfantasi. imaji tentang indahnya cinta sudah lama terkubur dan menyatu dengan tanah. bagi odah, cinta adalah udara, yang bisa dia hirup kapan saja, dimana saja dan... bersama siapa saja...

bagi odah, hidup ini harus dijalani dengan indah, kesedihan, kegagalan, hanya lipatan2 kecil di sudut lembaran kertas hari2nya. cincai lah... kelipet dikit, toh masih bisa ditulisi dan masi bisa dibaca. itulah hidup odah. selama buku itu masih bisa berfungsi dengan baik, masih kebaca dan masih bisa ditulisi, lipatan dan cabikan kecil di lembaran, nggak masalah.

suatu hari odah bertemu bandiet. sang bandiet yang frontal, terang2an, dan pemuja keindahan (wanita). odah hanya salah satu wanita dari sekian yang pernah ditemui bandiet. banyak yang lebih sexy, banyak yang lebih cantik, apalagi lebih pintar dan sukses.

sang bandiet menemukan hal yang beda di diri odah. hal yang sang bandiet belum ketahui secara pasti, tapi berhasil menyentuh rasa penasarannya. yang memacu untuk terus mengejar dan mengejar... sampe dapat. cinta odah harus kudapat, tekadnya. walo sangat susah untuk mendapatkan cinta dan hati odah, setidaknya, bersama odah, tlah membuat hati liar sang bandiet menjadi lebih tenang dan tidak berontak...

saodah & sang bandiet... cinta yang terlarang...

1 comment:

  1. Bandiet baru kali ini tersipu.
    juga baru kali ini punya rasa.... pun ga tau apa namanya.
    sejak kenal Odah..... pupus semua kebrutalan nya.
    secuil demi secuil hati nya mulai ada... pun ogah... toh tetep ada.
    dasar Saoah... satu² nya wanita yang mampu membuat perasaan sang bandiet bergetar, padahal dah sekiam lama di bunuh.
    Dasar Saodah..... cuma ungkapan laknat yang terucap.
    karna Odah lah sang bandiet jadi begini, jadi lemah karna kembali punya rasa, kembali ke asal sebagai manuai.
    padahal semua itu begitu di benci nya.
    Odahhh.... oh... Odah.... moga² di antara kita ga ada apa apa,
    kalo sampe terjadi.... wahhh....
    Bandiet ga boleh kenal cinta... pun terhadap Odah

    ReplyDelete